oleh

Ketulusan Hati Penuh Kasih

-Puisi-924 views

Ketulusan itu tinggal di hati yang penuh kasih. Hati yang damai. Hati yang nihil dengki, dendam, amarah, sombong, serakah, egois.

Ketulusan itu berjalan apa adanya. Tanpa pamrih. Tanpa tipu-tipu. Tanpa casing yang bagus, tapi isinya bobrok. Tanpa pura-pura. Tanpa paksa diri supaya kelihatan baik.

Ketulusan itu jujur dari dalam diri. Ketulusan satu frekuensi dengan ketulusan dari pihak lain. Dia bisa merasakan getaran yang sama pada frekuensi yang sama.

Ketulusan bertemu ketulusan, hasilnya kebaikan bersama. Ada damai sejahtera. Ada persaudaraan. Ada persekutuan hati.

Ada sukacita. Ada kebahagiaan sejati, yang tidak bisa dinilai dengan segepok uang.

Ketulusan bisa merasakan pula yang pura-pura tulus. Frekuensinya beda.

Yang pura-pura biasanya getaran energi negatifnya langsung bisa dirasakan oleh orang tulus yang memiliki kepekaan jiwa pada frekuensi yang tinggi.

Dia bisa merasakan bahwa yang ini tidak tulus. Walaupun casing-nya bagus sekali. Casing-nya berupa kata-kata indah. Penuh pujian dan rayuan.

Tapi hakikatnya tipuan. Penuh alasan yang argumentatif. Tapi isinya rasionalisasi membenarkan diri.

Ketulusan itu memancar dari hati yang bersih. Hati yang bebas dari pamrih dan antek-anteknya. Antek-antek itu seperti yang sudah disebutkan tadi: dengki, dendam, amarah, sombong, serakah, egois.

Selama antek-antek ini masih bercokol di hati, jangan harap ada ketulusan. Yang muncul itu cuma tulus palsu.

Maka persahabatan menjadi tawar. Persekutuan menjadi ajang kepura-puraan. Kalau sudah begini, itu namanya susah su datang. Siapa mau help?

 

Oleh: Romo Sipri Senda, Pr

Komentar

Jangan Lewatkan