oleh

Seminggu Berlalu

-Puisi-266 views

Kisah itu telah terurai
Pahit terasa menyekap
Hati berdegup menahan perih

Atas selaksa duka
Atas beribu nestapa
Melumuri negeri sabana meranggas.

Tinggalah puing-puing asa
Hampa berharap tuaian di tanah leluhur

Karena ladang jadi tanah lapang
Meranggas tak berbulir, berumbi pun berbuah

Cukupkah merengkuh hidup setahun mendatang?

Tangis ini basahi beribu jiwa
Batin teruji pada taqwa

Sedang raga pasrah menerima segala tiba
Sembari merenung khilaf dan salah
Pada bumi hunian sementara.

Pedih mencekam batin semua berlalu, tak lagi terdengar tembang bolelebo tak lagi kudengar seruling para gembala,

Pun gegap gempita tari Hedung dan likurai
hingga denting sasando sayup menjauh
membelit cendana di tanah berundak.

Jadag Dewa Bathara, beri kami damai itu
Jangan menyepuh terik di negeri sabana dengan badai

Jangan pula menyepuh dengan air bahMu
Ranumkan buanaku dengan dengan kembang berseri

Agar jiwa anak negeri tak terkulai menatap damai

Karena ingin kudengar lagi denting sasando

Dalam tembang bolelebo, tanah Timor lebe bae.

Kupang, 15 April 2021

Oleh: Yoh Joni Liwu

Komentar

Jangan Lewatkan