oleh

Sabar itu Subur

-Puisi-371 views

Sejak subuh bergegas, berpeluh hingga petang menjemput, lalu kembali dalam sejuta harap agar esok kembali lagi.

Saban hari kisah berulang, untuk menyambung asa.

Dalam adukan debu dan lumpur. Di bawah sengat mentari di atas ubun ubun.

Tak butakan mata, hati dan rasa. Tetap waras menjaga asa dulu hingga kini.

Petani ke kebun tak lupa berbekal, nelayan ke laut kail dibawa selalu.

Pengetahuan dan budaya warisan leluhur bekal hidup.

Sadar, sabar, cinta dan kasih junjungan mereka.

Sabar itu subur.  Subur itu sehat dan bahagia.

Barangsiapa berhati sabar akan mendapatkan keberuntungan.

Kesabaran yang tak terbatas, kemuliaan bakal diraih.

Sabar itu sebagian dari iman.

“Masalah bukan untuk dihadapi dengan kasar, tetapi disikapi dengan sabar.”

Komentar