oleh

Komisi Kitab Suci Keuskupan Regio Nusra Pertemuan Virtual Tingkat Regio

RADARNTT, Maumere – Berbagi pengalaman kerasulan kitab suci yang unik, kreatif dan adaptif di tengah situasi pandemi Covid-19, Komisi Kitab Suci keuskupan-keuskupan se-Regio Nusa Tenggara (Nusra) mengadakan pertemuan tingkat regio secara virtual tanggal 5–6 Agustus 2021.

Pertemuan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang mempertemukan para ketua komisi Kitab Suci keuskupan dan para praktisi kerasulan kitab suci dari delapan keuskupan di Nusra yaitu Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Weetebula dan Keuskupan Atambua. Secara bergiliran, setiap tahun, tiap keuskupan menjadi penyelenggara pertemuan.

Pertemuan tahun 2020 sedianya dilaksanakan di Maumere sebagai tuan rumah, namun karena pandemi Covid-19 melanda dunia dan NTT, maka kegiatan tersebut tidak terlaksana. Setelah melalui penantian selama setahun ini, akhirnya semua ketua komisi Kitab Suci keuskupan sepakat melaksanakan pertemuan secara virtual tahun 2021 ini. Keuskupan Maumere tetap dipercaya menjadi tuan rumah atau panitia penyelenggara.

Ketua komisi Kitab Suci Keuskupan Maumere, RD. Tasman, sebagai ketua panitia menyampaikan bahwa panitia siap menyelenggarakan kegiatan ini dalam kerja sama dengan Komisi KOMSOS Keuskupan Maumere.

“Karena ini merupakan pengalaman pertama melaksanakan kegiatan besar secara virtual, maka kami perlu bekerjasama dengan komisi KOMSOS yang memiliki sarana serta personalia yang memadai untuk melaksanakan pertemuan virtual ini,” kata imam keuskupan Maumere ini.

Pertemuan tahunan komisi Kitab Suci keuskupan-keuskupan se-Regio Nusra yang berlangsung secara virtual untuk pertama kalinya ini dibagi dalam dua bagian yaitu laporan dan evaluasi setiap keuskupan pada hari pertama, dan hari studi pada hari kedua.

Dalam laporan dan evaluasi, setiap delegatus kitab suci keuskupan berbagi pengalaman kerasulan kitab suci yang umum maupun yang khusus, unik dan kreatif dari masing-masing keuskupan. Sharing ini dimaksudkan untuk saling memperkaya karya kerasulan kitab suci dalam konteks Nusra, terutama dalam pelaksanaan Bulan Kitab Suci Nasional.

Uskup Maumere, Mgr. Ewald, dalam sambutan pembuka menyampaikan pentingnya upaya mencari bentuk pewartaan baru secara kreatif dan adaptatif dalam situasi Covid-19.

“Kita berada dalam situasi baru penuh tantangan, terutama Covid-19. Dalam situasi ini, kita tetap mewartakan injil, walaupun tidak lagi secara konvensional. Kita mesti kreatif dan adaptif mencari bentuk baru pewartaan injil yang sesuai dengan situasi masa kini.” kata Uskup Ewald.

Pada hari kedua, sebagai hari studi, para delegatus bersama para utusan dari tiap keuskupan mendapat pembekalan dari dua narasumber. Materi pertama berupa penajaman bahan BKSN 2021 dalam konteks Nusra disampaikan oleh P. Ito Dhogo, SVD. Dosen kitab suci Ledalero ini membedah setiap teks pertemuan mingguan dan mengarahkannya pada konteks Nusra dalam masa pandemi ini.

Hal ini membantu para peserta sebagai persiapan untuk melaksanakan katekese BKSN bulan September mendatang.
Sedangkan pada sesi kedua, RD. Polycarpus Sola, ketua Komisi KOMSOS Keuskupan Maumere, memaparkan materi mengenai peran media sosial dalam pewartaan injil, khususnya di masa pandemi ini.

“Di masa pandemi ini, kita perlu memanfaatkan sarana teknologi komunikasi yang ada untuk terus mewartakan injil. Ini tantangan bagi kita dalam situasi pandemi ketika kita terbatas dalam melaksanakan kegiatan kerasulan kitab suci secara langsung,” jelas Romo Polycarpus Sola.

Koordinator Delegatus Kitab Suci Regio Nusra, RD. Siprianus Senda, menyampaikan apresiasi kepada panitia yaitu delegatus kitab suci Keuskupan Maumere yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik.

Tuan rumah telah menjadi contoh pertama, bagaimana melaksanakan pertemuan virtual. Ini contoh bagaimana mewartakan sabda Tuhan dalam situasi pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan teknologi komunikasi.

“Kita berterima kasih kepada Delegatus Kitab Suci Keuskupan Maumere yang telah berupaya memberikan contoh pembelajaran yang baik. Kita tetap bekerja sama dan berbagi tenaga, ilmu dan keterampilan terkait teknologi komunikasi sosial, dalam upaya bersama mewartakan injil,” kata Romo Sipri Senda. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan