oleh

Wagub Papua Barat Terima Buku Refleksi Otonomi Lembata

RADARNTT, Sorong – Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Jumat (19/3/2021) menerima buku Membangun Tanpa Sekat di kota Sorong. Buku tersebut diterbitkan grup WhatsApp Ata Lembata, warga diaspora Lembata sedunia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-21 Otonomi Lembata, Senin, 12 Oktober 2020.

“Saya serahkan langsung buku ini kepada Bapak Wakil Gubernur Papua Barat di sela-sela kunjungan dinas beliau di Sorong. Pak Wakil Gubernur sangat senang karena beliau juga mendapat oleh-oleh buku tersebut dari pengurus masyarakat Flobamora Kota Sorong,” ujar Ety Wukak, Pengurus Ikatan Keluarga NTT Kota Sorong, Papua Barat dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu, (20/3/2021) pagi.

Selain menyerahkan buku tersebut, Ety, aktivis perempuan Kota Sorong asal Lewuka, Lembata, ini juga menyampaikan terima kasih warga masyarakat terdampak erupsi Lewotolok kepada Wakil Gubernur Mohamad Lakotani. Pasalnya, selain korban erupsi dibantu Ikatan Keluarga NTT Kota Sorong dan warga masyarakat Kota Sorong, Wakil Gubernur Papua Barat juga ambil bagian dalam aksi solidaritas kemanusiaan tersebut bagi para korban erupsi Ile Lewotolok.

Menurut Ety, buku Membangun Tanpa Sekat dititip Dionisius Ola Wutun, penulis sekaligus anggota grup Ata Lembata kepada Ety Wukak di Lewoleba, kota Kabupaten Lembata saat Wukak menyerahkan bantuan warga Flobamora dan masyarakat Kota Sorong bagi korban erupsi Lewotolok medio November 2020.

“Pak Dion menitip buku itu untuk Bapak Wakil Gubernur. Saya berencana menyerahkan langsung buku ini kepada Pak Wagub di Manokwari. Namun, saat mendengar Pak Wagub kunjungan kerja di Sorong, saya memohon waktu bertemu dan menyerahkan langsung. Beliau sangat senang saat menerima buku dan menyampaikan terima kasih kepada penggagas dan para penulis dalam buku itu,” kata Ety Wukak.

Ketua Ikatan Keluarga NTT Kota Sorong, Syafruddin Sabonama juga berterima kasih kepada Ata Lembata atas kiriman buku untuk Wakil Gubernur Papua Barat. Pemberian buku ini sangat penting artinya sebagai media silahturahmi antarsesma anak bangsa.

“Setiap pemikiran, karya, dan dedikasi kemanusiaan dari anak NTT harus terus melanglangbuana menembus batas geografis sebagian dari tanggungjawab moril masyarakat NTT mengawal bangsa ini melewati fase peradaban,” ujar Syafruddin, anggota DPRD Kota Sorong.

Syafruddin Sabonama, pria asal Adonara, Flores Timur, juga mengapresiasi masyarakat, pemerintah dan DPRD Kota Sorong serta pemerintah dan masyarakat Papua Barat atas dukungan kepada Ikatan Keluarga NTT Kota Sorong dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Dukungan tersebut juga dirasakan saat terjadi erupsi Ile Lewotolok tahun lalu.

“Saya ingat baik saat kami mendengar dua kecamatan di Lembata terkena erupsi tahun lalu. Saat pengurus dan anggota Ikatan Keluarga NTT Kota Sorong menggalang dana untuk para korban, Bapak Wakil Gubernur Papua Barat berkenan meresmikan posko bantuan kami di kota Sorong,” katanya.

Bahan bacaan

Penggagas sekaligus editor buku Membangun Tanpa Sekat, Justin Wejak dan Ansel Deri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Gubernur Lakotani karena buku tersebut sampai juga di tangan orang nomor dua Papua Barat. Apalagi, buku tersebut bisa sampai ke tangan Wagub Papua Barat.

“Kami berterima kasih kepada ibu Ety Wukak, pengurus Flobamora Kota Sorong yang telah membantu membawa buku itu jauh-jauh dari Lembata untuk diserahkan langsung kepada Wakil Gubernur Papua Barat. Tentu ada rasa bangga. Namun lebih dari itu tentu kami berhara agar buku itu menjadi bahan bacaan ringan bagi siapa saja, termasuk para pemimpin daerah,” ujar Dr Justin Wejak, dosen Kajian Asia di The Melbourne University, Victoria, Australia Utara, saat dihubungi Jumat (20/3/2021).

Justin yang juga mendalami isu-isu Papua dan Asia umumnya mengakui, meski buku tersebut terbit dalam rangka HUT ke-21 Otonomi Lembata, namun berbagai tema yang disajikan juga menyentuh persoalan umum yang dihadapi hampir sebagian masyarakat di wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat.

“Tentu kami sangat senang buku ini menjadi semacam sharing pengalaman masyarakat dan para pemimpin dalam mencari formula baru memajukan daerah agar semakin maju dan sejahtera. Lembata seperti juga berbagai kabupaten dan kota di Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam melimpah. Karena itu, kepemimpinan melayani dengan hati adalah pilihan strategis,” lanjut Justin, dosen Etnografi kelahiran Lewokukung Baolangu, Lembata.

Editor lainnya, Ansel Deri juga menyampaikan terima kasih kepada Ety Wukak yang berkenan menyerahkan langsung buku tersebut kepada Wagub Papua Barat. Pihaknya juga mengaku bangga terhadap rasa simpati dan peduli warga masyarakat Flobamora dan Kota Sorong serta Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pihak-pihak lain menyusul erupsi Ile Lewotolok pertengahan November 2020.

“Buku ini tentu menjadi tanda terima kasih mini kami warga diaspora Lembata sedunia selaku inisiator penerbitan kepada Bapak Wakil Gubernur Papua Barat. Buku ini ditulis juga warga asal Lembata H. Sulaeman L Hamzah, anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua sekaligus Ketua Masyarakat Flobamora Papua dan Papua Barat. Sedangkan Kata Pengantar buku ditulis Bapak Johnny G Plate, mantan anggota DPR RI yang saat ini menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia,” kata Ansel Deri, mantan staf Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Menurut Justin Wejak, ide menerbitkan buku tersebut bermula dari diskusi lepas beberapa orang warga asal Lembata pada September 2019. Group WA Ata Lembata lebih sekadar moting, tempat ngobrol ala kampung di jagat maya dan beranggotakan sejumlah warga asal Lembata yang tinggal di kampung halaman maupun di luar.

Ia menambahkan, isi buku berupa refleksi para penulis sekaligus ajakan bagi para pembaca untuk membuat refleksi tentang Lembata tempo doeloe, kini dan seperti apa Lembata nanti di masa depan. “Refleksi ini penting agar julukan Lembata sebagai kabupaten tertinggal, ‘negeri kecil salah urus’, bukan lagi label rutin sepanjang masa,” ujarnya.

“Kami berterima kasih kepada Wagub Papua Barat. Kiranya melalui buku ini banyak hal positif diperoleh. Selain itu, melalui buku ini kami berharap para pemimpin daerah di Papua Barat setia memotivasi warga Flobamora di wilayah itu untuk bekerja keras dan semakin terlibat bersama pemerintah memajukan tanah Papua semakin maju, sejahtera, aman dan damai,” kata Ansel Deri, Sekretaris Papua Circle Institute, lembaga yang concern dengan isu-isu tanah Papua. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan