oleh

Hari Orang Kudus

-Rohani-414 views

Sudah dua tahun, teman saya yang adalah seorang pendeta, menggunakan kalender liturgi Gereja Katolik, Ia bersaksi, “Tuhan telah menyediakan firman yang dapat saya pakai lepas hari. Saya tidak perlu mencari apa yang perlu saya khotbahkan untuk keluarga dan jemaat saya.” Banyaknya bacaan pada tahun A, B dan Yakinkan dia bahwa orang Katolik membaca firman dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, lebih komplit dari yang ia duga.

Hal yang satu ini sangat mengesankan pribadi saya ketika ia mengatakan, “Hanya Gereja Katolik yang mempunyai Orang Kudus dan kenal riwayatnya. Ada yang diperingati, ada yang dipestakan, ada yang dirayakan. Saya punya buku riwayat Orang Kudus Gereja Katolik, Puji Tuhan, luar biasa.

Saya bercanda dalam hati, “Hanya satu yang perlu engkau lakukan, Ikutlah aku.” Hari ini Hari Raya Semua Orang Kudus. Pendeta yang terlibat dalam percakapan dengan saya meminta pencerahan, “Bila hampir setiap hari ada Orang Kudus yang diperingati, lalu mengapa masih ada Hari Raya Semua Orang Kudus pada tanggal 1 November? Siapakah mereka ini?“

Dalam Kitab Wahyu dikatakan bahwa mereka adalah “suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat diatur, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba. Memakai jubah putih. Mereka ini adalah orang yang keluar dari kesusahan besar. Mereka telah melayani mereka dan melayani mereka di dalam darah Anak Domba.”

Kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat dikelola dengan baik kepada kita, bahwa Orang Kudus yang digelari Santo Santa dan Beato Beata oleh Gereja baru merupakan kelompok kecil saja. Bersama mereka masih banyak orang kudus yang tidak dapat diatur, maka Gereja menetapkan semua Orang Kudus dalam satu hari khusus. Mereka telah diselamatkan oleh penderitaan, wafat dan kebangkitan Kristus.

Semua orang yang percaya pada Yesus Kristus, yang dengan segenap hati mendengar dan melaksanakan sabda-Nya, disapa dengan Sabda Bahagia oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Orang kudus itu adalah orang yang telah berbahagia di hadapan Tuhan. Mereka berdiri di hadapan Tuhan, memandang wajah Tuhan dan memuliakan-Nya. Disapa dengan Sabda Bahagia oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bagaimana dengan kita yang sedang berziarah di dunia ini? Apakah kita termasuk dalam kumpulan orang banyak yang layak disebut kudus? Rasul Yohanes dalam suratnya yang pertama menggembirakan hati kita. “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada–Nya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.” Pengharapan hanya tinggal pengharapan bila kita hanya duduk menunggu, Pengharapan kita terwujud dalam tindakan aktif menyucikan diri.

Ada banyak tantangan tetapi jangan takut menjadi solusi atau kudus karena kita disebut dalam keluarga besar yang disebut Persekutuan Orang Kudus. Lewat persekutuan dengan para kudus, kita diajak saling membantu untuk mencapai kekudusan yang ditawarkan Tuhan, yakni menjadi sempurna seperti Bapa di Surga sempurna adanya. (Renungan Katolik)

Komentar

Jangan Lewatkan