oleh

Indahnya Mengikuti Kristus

-Rohani-13.250 views

Banyak di antara kita mengidolakan orang-orang ternama entah itu atlet olahraga atau pun aktor/aktris pemain film. Tak hanya itu saja, banyak orang yang bahkan ingin menjadi sama seperti mereka. Orang-orang berlomba-lomba mengasah kemampuan dan penampilan diri agar menjadi sama persis dengan yang diidolakannya. Banyak orang berjuang dan berusaha agar menjadi seperti apa yang mereka inginkan.

Sebagai pengikut Kristus, kita tentunya ingin sekali menjadi seperti Dia. Meskipun tidak sama persis, setidaknya apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Kristus bisa kita lakukan juga. Akan tetapi, menjadi seperti Kristus, terlebih untuk menjadi sama dengan-Nya dalam tindakan dan perbuatan bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan semangat dan perjuangan serta usaha untuk mencapainya. Seperti yang dialami oleh nabi Yeremia dalam bacaan pertama. Tugas perutusan yang telah dipercayakan Allah kepadanya terasa begitu berat sampai membuatnya mengeluh dan ingin lari dari tanggung jawabnya. “Firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagiku sepanjang hari”, itulah yang keluar bibir Yeremia. Namun, karena kuasa Tuhan terhadap orang-orang pilihan-Nya sehingga Yeremia melaksanakan semua perintah Tuhan.

Bersama dengan pemazmur, kita semua sebagai putra dan putri Allah berseru, “Ya Allah Engkaulah Allahku, kucari-cari dan kudambakan Engkau”. Sebagai pengikut Kristus Tuhan, apa pun yang kita lakukan setiap hari selalu menunjukkan ciri-ciri perkataan dan perbuatan Kristus. Pertanyaan yang pantas kita pertanyakan: Apakah saya sebagai seorang kristiani mengidolakan Kristus? Apakah saya berani menunjukkan perkataan dan perbuatan Kristus dalam hidup saya? Atau sebaliknya memberontak terhadap semuanya itu?

Bacaan Injil hari ini menegaskan kepada kita hal-hal yang menjadi dasar agar kita benar-benar menjadi pengikut Kristus. Yesus mengatakan: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikuti Aku”. Tiga hal penting yang perlu kita perjuangkan sebagai pengikut Kristus. Butuh perjuangan keras agar kita mampu untuk melaksanakannya. Dan perlu kita ingat bahwa ketiga hal mendasar tersebut harus dilakukan dengan penuh kesungguhan hati bukan karena terpaksa.

Orang yang terpaksa melakukannya hanya akan bersungut-sungut dalam hatinya. Tetapi mereka yang membiarkan kuasa Tuhan menguasai hidup ini, pasti akan menunjukkan bahwa ia adalah seorang pilihan Allah. Berpasrahlah kepada kehendak Tuhan sama seperti nabi Yeremia yang dikuasai dan menyerah kepada kehendak Allah demi Kerajaan Allah. (Fr. Stenly Ambun)

Komentar

Jangan Lewatkan