oleh

Jalan Tuhan, Jalan yang Indah

-Rohani-545 views

HIDUP dalam ketaatan untuk berjalan di jalan Tuhan adalah hal yang masih misteri, masih tersembunyi, seperti dinyatakan pada syair Kidung Jemaat 416: 1 “Tersembunyi ujung jalan hampir atau masih jauh. Ku dibimbing tagan Tuhan ke negri yang tak ku tahu. Bapa ajar aku ikut apa juga maksud-Mu. Tak bersangsi atau takut beriman tetap teguh.” Isi lagu tersebut mengajarkan kita agar ketika berjalan dalam jalan Tuhan diperlukan untuk percaya dengan benar-benar seperti yang diwujudkan oleh Petrus, menaruhkan harapan pada keinginan Tuhan seperti yang dimiliki keluarga Lewi ketika di tanah perbudakan Mesir.

Ketaatan pada Tuhan tampak dalam upaya memberikan hidup ini sebagai persembahan yang berkenan kepada Allah. Untuk berjalan dalam jalan Tuhan yang penuh liku, dibutuhkan kesediaan diri untuk dibimbing Tangan Tuhan, serta keyakinan dan penyerahan diri bahwa kehendak Tuhan yang indah dalam hidup kita.

Pada kenyataan orang percaya (orang Kristen), meyakini bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah dalam kehidupan ini, bahkan kita dengar ketika warga yang terkena musibah, dihibur dengan kata-kata, “yang sabar dan tabah ya semua sudah menjadi rencana Tuhan, dan yakinlah Tuhan mempunyai rencana yang indah.” Kesannya rohani sekali, padahal kalau kita rasakan kalimat yang diucapkan hanya klise belaka, namun demikian kita perlu menghargai maksud baik dari yang menyampaikan itu.

Meskipun demikian alangkah lebih bijak kalau kita menjumpai saudara yang sedang kena musibah, kita menyatakan ikut prihatin atas peristiwa yang menimpa saudara kita, seraya kita ikut mendoakan agar Tuhan memberikan kekuatan untuk menghadapi musibah ini.

Di sisi lain kita melihat pengakuan seseorang yang mengatakan, “Rencana Tuhan itu indah yang terjadi dalam keluarga kami, karena kalau bukan rencana Tuhan, kami tidak akan mampu, kami bersyukur anak kami dapat diterima bekerja di perusahaan ini, anak kami usahanya berhasil.”  Kita mengakui bahwa dalam hidup ini Tuhan ikut campur tangan dan berkehendak atas perjalanan hidup umat-Nya, karena itu jalan Tuhan memang harus kita lalui dengan keteguhan hati.

Seperti halnya dikisahkan dalam bacaan pertama (Kel. 1: 8-2: 10). Bangsa Israel berada di Mesir oleh karena di negeri tempat mereka terjadi kelaparan (Kejadian 12: 10-20). Semakin hari jumlah mereka semakin banyak. Hal ini mengundang kekawatiran raja Firaun, yang ketakutan karena jumlah bangsa Israel yang terus bertambah banyak dan berbahaya bagi Mesir. Pada akhirnya raja baru yang mengatakan tidak mengenal Yusuf anak Yakub yang pernah menjadi penguasa di Mesir, mengeluarkan kebijakan untuk menindas Israel, bahkan memerintahkan bidan-bidan untuk membunuh bayi laki-laki yang baru. 

Sementara itu di keluarga lahirlah Musa, bayi laki-laki yang ada dalam bahaya pembunuhan. Keluarga Lewi merasa gelisah, kuatir akan keselamatan keluarganya. Di tengah-tengah situasi yang tidak nyaman yang mereka alami, mereka tetap melanjutkan hidup mereka. Tuhan ikut campur tangan dalam kepahitan hidup mereka, Tuhan mengirim Pua dan Sifa, bidan-bidan yang takut akan Tuhan (Kel. 1: 15-17) yang berperan untuk menyelamatkan bayi Musa. Tuhan juga memberi hikmat kepada Putri Firaun untuk merawat Musa. Ya, ada jalan Tuhan, walaupun bekerja penuh perhatian tetap bisa dilalui oleh orang-orang Israel dengan bersandar kepada Allah.

Pada bacaan kedua Roma 12: 1-8, merupakan nasehat Paulus kepada jemaat Roma. Bagaimana jemaat Roma yang sudah menerima Injil Kristus harus hidup, mereka harus setia dan konsisten pada pagar, mereka tidak boleh serupa dengan dunia yang kotor, egois, sering mementingkan diri, perlu menghindari kesombongan (bdk. Ayat 2-3). Mereka perlu memupuk kesadaran bersama sebagai Tubuh Kristus, yang satu, yang saling menghargai satu dengan yang lainnya, sehingga nama Tuhan dimuliakan.

Jalan Tuhan harus mereka lalui dengan sikap hidup yang benar-benar taat pada sikap Kristus yang telah diterima. Karunia yang diterimanya untuk membangun jemaat. Apa yang mereka perbuat haruslah dilakukan dengan hati yang iklas, yang menjadi ibadah sejati dan berkenan kepada Allah. Jemaat Roma dimampukan untuk berjalan di jalan Tuhan, yaitu hidup sebagai ibadah yang sejati, sehingga menjadi persembahan yang benar dan berkenan kepada Allah. Bagaimana dengan kita? Ya perjalanan iman kita mau tidak mau harus melalui jalan Tuhan.

Pengakuan pribadi Petrus (pada bacaan ketiga: Matius 16:16) yang menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah Yang Hidup, menggambarkan pengakuan yang total lahir batin, jiwa raga, jasmani dan rohani, yang holistik. Pengakuan yang demikian merupakan bentuk kekonsistenan iman pada Tuhan Yesus, sehingga sebagai murid Tuhan, Petrus siap menerima risiko apa saja yang dipercayakan oleh Tuhan kepadanya. Petrus siap berjalan di tengah dunia ini sebagai murid Tuhan yang konsisten, tabu bila mundur dari komitmennya, setia sampai akhir hayat. 

Walaupun Petrus dikemudian hari setelah pengakuan itu ia pernah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Ia jatuh karena takut risiko, tetapi akhirnya ia bertobat, bangkit dan bersedia melayani Tuhan. Petrus melalui jalan Tuhan itu dengan penuh kasih, kesungguhan dan keteguhan hati.

Bapak ibu yang dikasihi Tuhan, setiap orang yang mendambakan kebahagian, keselamatan, serta ketentraman dalam kehidupan ini. Demikian juga kita sebagai orang Kristen, tentu mendambakan semuanya dapat dicapai sehingga mendapatkan kebahagiaan, karena itu kita berupaya untuk hidup mengikuti jalan Tuhan.

Dengan mencermati apa yang disediakan oleh orang Israel yang mengalami penindasan di tanah perbudakan di Mesir, demikian juga jemaat Roma, yang setia mengikuti Kristus secara konsisten, dengan menampilkan ibadah yang sejati sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada Allah, serta meneladani pengakuan iman Petrus yang luar biasa kuatnya, semuanya itu dilakukan karena mereka percaya bahwa jalan Tuhan, adalah jalan yang indah. Meskipun jalan Tuhan harus melalui banyak pergumulan, serta onak dan duri, pada akhirnya mereka menciptakan keindahan dan kebahagiaan hidup dalam Tuhan. Karena itu mari kita mantapkan langkah kita dalam berjalan di jalan Tuhan. Amin. (YK).

Komentar

Jangan Lewatkan