oleh

Kesetiaan Tuhan dan Ketidaksetiaan Manusia

-Rohani-231 views

Perumpamaan tentang kebun anggur dan pemiliknya adalah lambang dari relasi antara Allah dan manusia. Disebutkan dalam bacaan pertama bahwa kebun anggur Tuhan semesta alam ialah umat Israel. Maksudnya tentu saja bukan hanya umat Israel Perjanjian Lama, melainkan seluruh umat manusia yang diundang untuk menerima anugerah keselamatan Allah.

Apa yang telah dilakukan pemilik kebun anggur itu? Ia mencangkulnya, membuang batu-batunya, menanaminya dengan pokok anggur pilihan, mendirikan sebuah menara jaga dan menggali lobang tempat memeras anggur, dan dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik.

Allah telah melakukan semua hal supaya kebun anggur itu menghasilkan buah anggur yang baik. Allah telah menciptakan kita, memberikan kesempatan kepada kita untuk hidup; memberikan bakat-bakat untuk berkembang; memberikan akal budi, kehendak bebas dan hati nurani supaya kita bisa mengerti dan menilai mana yang baik dan benar. Buah anggur manis yang diharapkan oleh Tuhan kepada setiap manusia ciptaan-Nya ialah seperti yang dilukiskan dalam bacaan kedua.

Namun apa yang terjadi? Kebun anggur yang telah dirawat dengan baik itu menghasilkan buah yang asam. Manusia yang telah ditolong oleh Allah dengan pelbagai macam sarana yang diperlukan untuk berkembang menjadi baik ternyata tidak setia dan mengecewakan Tuhan. Banyak perbuatan manusia tidak mulia, tidak patut dipuji, tidak adil, tidak manis dan tidak suci. Manusia tidak ingat akan kebaikan-kebaikan Tuhan dan tidak tahu berterimakasih kepada-Nya.

Kejahatan manusia itu dilukiskan oleh Yesus dalam perumpamaan dalam Injil. Manusia adalah penggarap-penggarap kebun anggur yang hanya menyewa dari seorang tuan pemilik kebun anggur itu. Namun ketika tuan kebun anggur itu mau mengambil haknya dari panen kebun anggur itu, maka para utusan itu disiksa dan dianiaya. Para utusan itu adalah para nabi yang diutus untuk mengingatkan umat akan kewajiban-kewajiban mereka kepada Tuhan.

Maka Putera Tunggal pemilik kebun anggur itu sendiri diutus kepada penggarap-penggarap. Namun mereka malah membunuh Anak dari pemilik kebun anggur itu karena ia adalah ahli waris supaya kebun anggur bisa jatuh ke tangan para penggarap itu.

Firman Tuhan hari ini sungguh indah dan menarik karena dengan bahasa simbol dilukiskan bagaimana kebaikan dan kesetiaan Allah dibalas oleh kejahatan dan ketidaksetiaan manusia. Maka demi keadilan-Nya Tuhan memberikan pelajaran yang tegas dan jelas supaya manusia bertobat.

 

Oleh: Romo Albertus Sujoko, MSC

Komentar

Jangan Lewatkan