oleh

Menanti dengan Benar

-Rohani-366 views

Hari Minggu Advent I adalah tanda bahwa Gereja Katolik membuka tahun liturgi yang baru. Tanda khas dari hari minggu ini yakni adanya pemberkatan krans Adven dan lilin pertama. Mulai hari ini juga Gereja menggunakan warna liturgi Ungu untuk menandai dimulainya masa penantian kelahiran Sang Juruselamat yang diisi dengan pertobatan batin, puasa, matiraga dan yang paling penting perubahan tingkah laku. Warna liturgi Ungu yang digunakan pada hari ini mulai membangun suasana batin umat beriman agar menyadari ajakan pertobatan yang digaungkan dalam Masa Adven, seperti seruan Yohanes Pembaptis: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis.”

Bacaan Injil dengan tema berjaga-jaga dibacakan pada hari ini. Seruan Yesus: Berjaga-jagalah! hendak menghantar fokus perhatian seluruh umat beriman akan pentingnya Masa Adven ini sebagai masa persiapan atau penantian akan kehadiran Sang Juruselamat. Dalam Injil hari ini dijelaskan dengan baik latarbelakang mengapa harus memperhatikan dengan sungguh seruan: berjaga-jaga ini. Yesus berkata: “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.” Seruan ini menghantar orang beriman untuk melihat bahwa masa penantian Gereja bukan semata-mata berlangsung pada Masa Adven, melainkan sepanjang hidup manusia.

Oleh karena itu, seruan Yesus untuk berjaga-jaga mesti selalu ditanamkan dalam hati dan pikiran orang beriman serta dilaksanakan dalam kehidupan setiap hari. Apa yang dilakukan untuk dapat berjaga atau menanti dengan benar? Yesus sendiri sudah memberikan dua hukum utama yakni mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Selain itu, Yesus berkata pula: “Siapa yang mendengar dan melaksanakan firman-Ku, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Dengan demikian, cara menanti yang benar ialah berjuang mengedepankan kehendak Allah dalam hidup.

Dari sebab itu, Allah tidak membiarkan manusia terjebak dalam dosa. Allah senantiasa membukakan jalan untuk kembali. Pada masa-masa penantian akan waktu pernyataan diri Sang Juruselamat, Allah senantiasa mendampingi Gereja agar tetap teguh dalam iman dan cara hidup yang benar. Hendaknya orang beriman tetap setia menanti kehadiran Sang Juruselamat dengan senantiasa berjuang menghidupi kehendak Allah.

Oleh: Fr. Ovan Adikila

Komentar

Jangan Lewatkan