oleh

Tuhan, Mampukan Kami Jadi Murid-Mu

-Rohani-257 views

Mungkin kita bertanya tanya apa maksud dari perumpamaan yang diutarakan Yesus hari ini? Tiga orang hamba yang dititipkan kepercayaan oleh tuannya adalah gambaran tentang diri kita.

Itu bukan soal besar kecilnya talenta yang diberikan oleh sang tuan kepada hambanya, tetapi ini berkaitan dengan kualitas dan tanggung jawab ketiga hamba itu terhadap kepercayaan yang mereka terima.

Hamba pertama dan kedua berbuat hal yang sama, yaitu menjalankan uang yang mereka terima sehingga memperoleh laba. Sementara hamba yang ketiga menyembunyikan uang tersebut didalam tanah sehingga ia tidak memperoleh laba atau keuntungan.

Dan perlu kita ingat disini bahwa mereka diberi talenta dengan jumlah yang berbeda sudah sesuai dengan kemampuan masing masing. Kita pun diberikan kepercayaan oleh Tuhan.

Sejak kita lahir dan bertumbuh sebagai manusia, Tuhan memberi kita kepercayaan sesuai dengan kemampuan kita. Dan bagaimana tanggapan kita terhadap kepercayaan yang diberikan Tuhan itu?

Hanya kita sendiri yang bisa menjawab pertanyaan ini. Ada saatnya nanti Tuhan akan membuat perhitungan yang sama dengan kita. Apakah kita menumbuh-kembangkan kepercayaan Tuhan kepada kita atau tidak, tergantung pada bagaimana kualitas hidup kita didunia ini.

Kualitas kemuridan kita sebagai pengikut Kristus terletak pada bagaimana kita mempertanggung jawabkannya. Apakah kita bertindak sebagai murid yang bertanggung jawab ataukah kita malah menyalahkan Tuhan karena kita lalai pada kepercayaan yang diberikan-Nya?

Semoga pada hari perhitungan nanti kita didapati oleh Tuhan sebagai murid–Nya yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Terkadang heran rasanya, karena di jaman yang secanggih ini, masih ada saja orang orang yang merasa dirinya tidak mempunyai kemampuan apa apa. Entah karena jaman yang semakin maju sehingga mampu menciptakan begitu banyak teknologi yang tanpa sadar membuat manusia menjadi “malas” atau justru manusianya yang menjadi minder terhadap teknologi yang terus berkembang dengan pesat.

Pernahkah kita melihat kedalam diri kita untuk menemukan potensi yang Tuhan berikan? Mungkin selama ini kita sibuk melihat kekanan kiri, mengagumi kemampuan orang lain, bahkan mungkin bisa menimbulkan rasa iri hati juga.

Tapi sudahkah kita melihat dan mencari kemampuan yang ada dalam diri kira? Jika kita tidak pernah menyadari hal itu, bisa jadi kita tidak atau belum bersyukur atas potensi yang kita miliki.

Selanjutnya, sudahkah kita menggunakan potensi kita untuk menjadi berkat bagi diri kita dan orang lain? Teman, ambillah waktu sekarang untuk menemukan dan mengenali talenta yang Tuhan percayakan pada diri kita masig masing.

Setelah itu, pikirkanlah bagaimana cara mengembangkannya agar bermanfaat bagi hidup kita dan orang lain, serta bagi dunia. Talenta apa yang saya miliki?

Ya Tuhan, mampukan kami untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kami peroleh dari-Mu sehingga kami layak sebagai murid murid-Mu. Amin. (Renungan Katolik)

Komentar

Jangan Lewatkan