oleh

Yesus Membawa Kita Dalam Kebahagiaan Surgawi

-Rohani-752 views

Hari ini Yesus menggambarkan Kerajaan Surga seumpama sebuah pesta perkawinan. Dimana pada pesta perkawinan, pengantin laki laki dan para pengiringnya akan disambut oleh teman dari mempelai wanita yang terdiri dari sepuluh orang. Menarik bahwa dari sepuluh orang tersebut, lima di antaranya memiliki perencanaan yang matang sehingga disebut sebagai perempuan bijaksana dan lima lagi tidak memiliki perencanaan matang sehingga disebut bodoh. 

Gambaran ini menunjukkan bahwa mempelai pria adalah Yesus, sedangkan sepuluh wanita yang menanti nanti adalah umat manusia. 

Misi Yesus datang ke dunia adalah untuk membawa kita turut serta dalam kebahagiaan pesta surgawi yang digambarkan sebagai pesta perkawinan. Rupanya tidak semua dari kita yang memiliki persiapan yang matang agar bisa ikut dalam pesta surgawi itu. 

Kita memang sudah menanti kedatangan Yesus agar kita masuk ke dalam perjamuan surgawi, tetapi masalah hidup dan godaan duniawi sering membuat kita lengah sehingga kita tidak bertahan untuk mempersiapkan diri menyongsong Kristus yang akan membawa kita keselamatan kekal. 

Allah memberikan petunjuk kepada kita agar kita bisa masuk pesta surgawi tersebut. Petunjuk dan perintah itu adalah bekal bagi kita, agar kita bisa ikut dalam pesta surgawi yang membahagiakan, yang sudah disediakan Allah sendiri untuk kita. Allah memang menawarkan tempat membahagiakan itu untuk seluruh umat manusia, tetapi dari fihak manusia dituntut tanggapan atas tawaran Allah itu.

Apa yang kita perbuat di dunia ini adalah bekal atau persiapan kita dalam menyongsong Yesus Sang Mempelai Surgawi. Tetapi masalah hidup dan dunia godaan sering membuat kita lengah sehingga kita tidak bertahan untuk mempersiapkan diri menyongsong Kristus yang akan membawa kita kepada keselamatan kekal.

Suatu kali saya bermimpi tentang hari pengangkatan. Dalam mimpi itu, saya dan teman teman sedang berjalan, tiba tiba semua teman saya terangkat ke surga dan saya tertinggal sendiri. Sejak mimpi itu, kehidupan rohani saya mulai berubah.

Setiap hari saya selalu berdoa. Bahkan dalam perjalanan ke kantor pun saya berdoa dalam hati. Semakin lama perjalanan lebih banyak saya berdoa, karena itu saya selalu bersyukur kalau jarak rumah dan kantor cukup jauh.

Bagi saya, doa bukan lagi untuk meminta maaf kepada Tuhan, tetapi lebih dari itu, doa merupakan nafas hidup saya, saya selalu ingat nasehat orang tua yang selalu mengingatkan untuk berdoa dimanapun saya berada. 

Mereka selalu menyatakan bahwa hidup ini sangat singkat, kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan memanggil kita. Untuk itu, kita harus selalu berjaga jaga. Banyak peristiwa dalam hidup saya, yang terkadang manusiawi sangat sulit mencari jalan keluarnya. 

Tetapi ketika saya membawa semuanya dalam doa, Tuhan selalu punya cara untuk mengatasi setiap masalah kita yang begitu rumit. Tuhan menasehatkan kita untuk selalu berjaga jaga. Berdoalah sesering mungkin, karena doa dapat mengubah segalanya. 

Bagaimana hidup doa saya selama ini? Adakah yang perlu saya perbaiki dalam komitmen hidup doa?. (Renungan Katolik)

Komentar

Jangan Lewatkan