oleh

Allah Menghendaki Kita Hidup dan Bukan Mati

-Rohani-407 views

“Upah dosa adalah maut,” kata Rasul Paulus, “tetapi, karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rom 6:23). Apa yang disampaikan Rasul Paulus ini mengajarkan sebuah pemahaman iman.

Ia mengajak kita untuk meyakinkan apa yang dipercaya oleh Kristus, Sang Sumber Kehidupan. Ia ingin supaya kita yang percaya kepada-Nya memiliki hidup dari Dia, dan bukan mati.

Kitab Kebijaksanaan 1:13-15; 2:23-24 berbicara tentang hidup. Kita mendengar bahwa maut tidak dibuat oleh Allah, dan Ia pun tak bergembira karena yang hidup musnah lenyap. Pertanyaannya, mengapa tidak sedikit dari kita memilih bahagia dalam keterikatan kasih dengan Allah.

Sebaliknya, kita telah memilih perbuatan dosa yang jelas akan berakibat pada kematian kekal. Apakah perbuatan yang kita pilih dan hasilkan itu karena kelemahan kita, ataukah adanya godaan kuat dari roh jahat untuk menghancurkan kita, manusia yang dikasihi-Nya?

Bila kita memeriksa diri, tentu kita masing-masing akan menemukan apa saja yang menjadi kelemahan, di samping beberapa kekuatan. Kelemahan itu misalnya rasa malas, mudah iri hati, suka berbohong, atau kebiasaan-kebiasaan buruk, atau dapat juga berupa suatu penyakit.

Dalam Injil Markus 5:21-43, Yesus tampil sebagai pribadi pencinta dan pembawa kehidupan. Anak Yairus yang telah mati dibangkitkan dan perempuan yang sakit sudah dua belas tahun itu pun disembuhkan. Peristiwa ini semakin meneguhkan kita bahwa Allah kita, Allah orang hidup dan bukan Allah orang mati.

Sebagai seorang yang percaya, seharusnya kita berani melawan segala kelemahan dan dosa yang diakibatkannya. Juga, kita harus berani melawan segala godaan si jahat yang akan menjerumuskan kita kepada maut.

Sebuah keluarga akan mengalami damai sejahtera, terutama karena iman mereka akan dinyatakan dalam dinamika kehidupan. Memang, kebutuhan ekonomi kerap menjadi pusat perhatian, dan hal ini dapat memunculkan berbagai tindakan yang mengarah kepada dosa.

Pernah saya mendengar, seorang bapak akhirnya mendapatkan uang kas paroki, uang koperasi dan berbagai perbuatan tidak jujur ​​lainnya demi lingkungan ekonomi. Sangat sangat. Sebab bapak ini seorang aktivis Gereja, bahkan ada yang asisten imam. Ini sungguh sungguh dan membuat seluruh Gereja.

Namun demikian Allah tetap menghendaki kita hidup dan bukan mati. Maka baiklah kita melakukan pertobatan dan perbaikan diri. Langkah yang perlu kita mulai adalah memperkuat iman kita.

Ya Allah, Engkau telah mengutus Putra-Mu untuk memberi hidup baru bagi kami. Kami mohon, iman kami agar memiliki keberanian untuk berbagi hidup dan bakat kami kepada sanak saudara kami yang berkekurangan. Amin.

 

(Sumber: Renungan Harian Katolik)

Komentar

Jangan Lewatkan