oleh

Bertobatlah dan Percayalah

-Rohani-577 views

“Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil,” (Mrk. 1:15).

Hari ini kita memasuki hari minggu pertama prapaskah. Masa prapaskah menjadi kesempatan yang indah bagi kita semua bukan hanya untuk menenangkan diri kita lewat refleksi-refleksi yang kita buat secara pribadi pun secara komuniter tetapi saat yang tepat juga bagi kita untuk lebih mengenal kehendak Tuhan dan menjadi pribadi-pribadi yang lebih taat dan setia.

Salah satu indikator menjadi pribadi yang taat dan setia menjadi pengikut Tuhan yakni terbuka pada pertobatan; pembaharuan dan perubahan diri yang tiada hentinya.

Bacaan Injil menekankan satu hal yang penting, yaitu pertobatan. Sebagaimana dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus menegaskan, “Waktunya telah genap. Kerajaaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percaya kepada Injil”. Percaya kepada Injil yang Yesus wartakan menjadi perintah yang harus dilaksanakan karena waktunya telah genap.

Apakah Injil itu? Kabar sukacita. Sukacita karena Allah yang Mahabesar, Sang Pencipta menawarkan suatu persekutuan. Allah mau hidup tinggal bersama manusia selamanya. Persekutuan dengan Allah ini dimungkinkan dengan percaya kepada Yesus, Allah yang menjadi manusia, Allah yang pernah hidup bersama dengan manusia. Tanda solidaritas dan perhatian Allah kepada manusia ditampilkan lewat kehadiran Yesus dalam seluruh pergumulan dan perjuangan manusia.

Yesus hadir dalam kesulitan dan persoalan hidup manusia. Dia bukan hanya sekedar hadir tetapi menjadi pembaharu, pengampun, penyembuh dan pahlawan yang mulia. Perbuatan Tuhan ini semata-mata bermaksud agar semua orang tidak hidup dalam penghambaan atau ketidakselamatan, tetapi agar supaya semua orang bisa diselamatkan.

Melalui percaya kepada-Nya, manusia diangkat menjadi anak Allah, kemanusiaan diangkat menjadi  “yang dikuduskan”. Percaya berarti pula memasrahkan diri kepada Yesus secara total, sehingga dari hari ke hari manusia atau umat beriman berusaha menyelaraskan pikiran, perkataan, dan perbuatan dengan-Nya.

Kalaupun dalam perjalanan hidup manusia terjadi hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan dan manusia karena pelanggaran, kekurangan dan kedosaan, maka Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi manusia untuk berbenah diri, merubah hati atau menunjukkan pertobatan yang sejati. Ini merupakan proses yang terus menerus hingga akhir hayat.

Pada Masa prapaskah ini, kita diajak dengan penuh kerendahan hati datang kepada Tuhan untuk senantiasa bertobat, dan mohon rahmat-Nya agar kita mampu percaya dan memasrahkan hidup kita kepada-Nya agar selalu dalam penyelenggaraan-Nya.

Kita juga mohon agar setiap saat seluruh pikiran, perkataan, dan perbuatan kita semakin diserupakan dengan-Nya, sehingga kita menjadi pengikut-pengkikut Kristus yang sejati, yang mampu menunjukkan kasih-Nya kepada semua orang agar keselamatan bisa dialami oleh banyak orang.

 

(Oleh: RD. Melky Malingkas)

Komentar

Jangan Lewatkan