oleh

Butuh Istirahat Untuk Fokus Pada Tujuan Hidup

-Rohani-219 views

Istirahat bukan berarti tak melakukan apa-apa.

Hidup dipenuhi dengan kerja dan kerja. Bahkan, beberapa orang tidur pun masih seperti bekerja, mengigau, dan bermimpi sehingga bangun tidur tetap merasa capai. Jika demikian, orang biasanya mencari hiburan. 

Karena itu, tempat hiburan selalu ramai dikunjungi orang. Orang perlu istirahat, terutama setelah bekerja. Benar! Tetapi, orang kerap salah memilih hiburan dan istirahat.

Istirahat atau hiburan yang dipilih justru menambah beban hidup berikutnya. Setelah berbelanja banyak orang justru dikejar-kejar penagih utang (kartu kredit). Seorang anak berjalan sampai larut malam untuk “memperbarui status” di facebook atau twitter sehingga terlambat berangkat ke sekolah. Seorang anak latihan berat di kelas karena menuruti hobinya bermain bola waktu istirahat.

Seorang suami kehilangan waktu bersama keluarganya demi mengejar kesehatan olahraga dan tidur sepuasnya waktu hari-hari liburnya. Seorang ibu tidak tega membangunkan anaknya pada hari Minggu untuk pergi ke gereja karena kelelahan belajar. Istirahat menghilangkan orang dari hal penting dalam hidupnya. Benarkah istirahat yang demikian?

Istirahat yang benar-benar harus mengembalikan fokus dalam hidup seseorang. Injil hari ini menunjukkan bahwa Yesus pun memperhatikan istirahatnya. Dia mengajak para murid-Nya istirahat meskipun batal karena orang banyak yang memerlukan bantuan mereka.

Tepat di sinilah ditunjukkan oleh Yesus, apakah yang menjadi perhatian utama dalam hidup Yesus itu. Istirahat tidak membuat Yesus dan para murid-Nya kehilangan perhatian utama hidup mereka, yaitu tindakan kasih terhadap sesama.

Yesus menunjukkan bahwa istirahat yang benar-benar bisa tetap mengembalikan hati yang lelah karena urusan pekerjaan dengan belas kasih terhadap sesama. Hati yang dipenuhi dengan kerja, kekuatiran, kecemasan, perhitungan, iri hati, jengkel, marah, balas dendam, yang mau berkorban, mengampuni, melayani, memberi kembali kepada yang bersalah untuk memperbaiki diri, mau memberikan diri kepada yang lain meski disakiti. 

Dengan istirahat, hati dikuatkan kembali untuk berbagi hidup dengan sesama, tidak hanya memuaskan egoisme diri sendiri dan demi keuntungan bisnis semata.

Dasar biblis: Injil Markus 6:30-34

 

(Renungan Harian Katolik)

Komentar

Jangan Lewatkan