oleh

Hidup Beriman di Kancah Tantangan

-Rohani-209 views

Tiada hidup tanpa tantangan. Tiada orang beriman tanpa cobaan. Bagi yang berani menghadapi tantangan, ia masuk pada proses penempaan diri menjadi matang. Kematangan hidup bukan terberi begitu saja. Ia adalah buah dari proses yang alot. Butuh kesabaran, keuletan, ketekunan, kreativitas. Semua itu dilandasi oleh iman. Orang beriman percaya akan rahmat Allah yang secara ajaib menyertai setiap tahapan proses.

Keteguhan hati orang beriman menjadi kekuatan handal dalam proses hidup. Teguh hati karena percaya akan perlindungan Tuhan. Ia tidak goyah oleh tantangan yang menghadang. Ia yakin pasti bahwa ada pertolongan dalam kesulitan. Ada Tuhan yang menyertai, melindungi dan menolong pada waktu-Nya. Ia akan berhasil menghadapi semua tantangan dan keluar sebagai pemenang dalam Tuhan. Kemenangan itu anugerah. Buah manis dari ikhtiar manusiawi yang diberkati Tuhan. Buah itu adalah keselamatan.

Tuhan itu benteng orang percaya. Maka dalam aneka situasi sulit, ia bertahan dalam iman. Karena ia tahu, ada Tuhan bersamanya. Dalam Tuhan, tiada yang patut ditakuti. Kuasa kasih Tuhan melampaui kekuatan jahat apapun. Karena itu, terhadap seteru yang mengancam, ia selalu berjaya, karena kuasa Tuhan menaunginya. Tiada kekuatan dunia apapun yang mampu merenggut dia dari kasih Tuhan. Tuhan berkenan pada orang beriman dan melindungi jiwa dan raganya dalam proses hidup penuh tantangan.

Dalam dunia yang penuh dengan aneka hal jahat dan laknat, orang beriman mesti berkanjang dalam iman, harapan dan kasih. Dengan demikian ia tidak akan dikuasai oleh orang jahat. Sebaliknya ia akan mengatasi kejahatan, karena Tuhan menopang dengan rahmat. Tuhan menjamin keselamatannya sampai akhir. Seluruh hidupnya dilimpahi berkat.

Dalam konteks kehidupan kristiani masa kini, kesaksian iman ini sangat relevan. Hantaman kekuatan yang berlawanan dengan kehendak Tuhan datang silih berganti. Orang beriman tak boleh lengah dan hanyut. Ia mesti berjuang agar tetap teguh beriman kristiani. Harapannya akan Tuhan tak boleh padam oleh kegagalan tertentu yang memang Tuhan izinkan terjadi untuk menempa dirinya menjadi matang. Harapan yang tak padam menjadi kekuatan baginya untuk terus bertahan sampai tiba saat keselamatan. Dalam situasi itu, walaupun tantangan datang bertubi-tubi, semangat kasihnya tetap bernyala.

Dilandasi oleh iman dan harapan yang kokoh, ia tetap menghayati cinta kasih dalam proses hidup. Kesaksian kasih itu menjadi kekuatan peredam kekuatan kejahatan. Maka Tuhan yang melihat dan memberkati perjuangan hidup itu akan menunjukkan kasih setia-Nya pada waktunya. Maka orang beriman tidak akan cemas dan kuatir sedikit pun. Karena yakin akan jaminan keselamatan yang pasti. Tuhan melihat dan memberkati.

Renungan kecil atas teks Yesaya 50:5-9a

Oleh: Rm. Sipri Senda, Pr

Komentar

Jangan Lewatkan