oleh

Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria

-Rohani-325 views

Sahabat Resi Dehonian dimanapun berada, jumpa lagi bersama saya Fr. Finsentius Ari Setiono SCJ dari Pasang Surut dalam ReSi (renungan Singkat) Edisi Minggu, 12 September 2021. Mari kita  siapkan hati merenungkan Injil pada hari ini dari Injil Markus 8:27-35.

Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih, apa yang sahabat pikirkan jika mendengar barang elektronik yang bermerek apple?  Mungkin ada yang berfikir barang mahal, atau barang yang berkualitas, atau barang buatan amerika, atau bahkan ada yang tidak tahu apa itu apple. Semua yang kita pikirkan mengenai produk tersebut merupakan hasil dari pengalaman kita terhadapnya. Pengalaman itu bisa pengalaman yang langsung ataupun pengalaman yang tidak langsung. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang bersentuhan langsung dengan pruduk tersebut. Sedangkan pengalaman yang tidak langsung adalah pengalaman yang didapat dari sumber tertentu yang bisa saja kurang tepat.

Apa yang saya sebutkan tadi hanya ingin memperlihatkan bahwa masing-masing dari kita bisa dinilai atau menilai, bisa meminta orang lain menilai ataupun diminta orang lain untuk menilai. Yesus dalam bacaan injil Markus 8:27-35 juga memberikan kesempatan kepada para murid untuk menilai siapakah Ia. Banyak penilaian yang muncul mengenai siapakah Yesus, namun bagi Petrus Yesus adalah Mesias. Kita tidak tahu pasti alasan mengapa Petrus mengatakan bahwa baginya Yesus adalah Mesias. Namun demikian, kita bisa menerka-nerka bahwa perkataan Petrus berasal dari pengalamannya bersama Yesus.

Di sisi lain, kita juga tidak tahu siapakah Yesus bagi para murid dan rasul yang lain. Mungkin mereka menganggap Yesus juga sebagai Mesias seperti Petrus, atau mungkin juga ada yang menganggap Yesus sebagai guru, dan lain sebagainya. Semua tergantung dari pengalaman yang mereka dengar, yang mereka alami, dan yang mereka rasakan mengenai atau bersama Yesus.

Namun demikian, bagaimana jika Yesus bertanya kepada masing-masing dari kita dengan mengatakan “Tapi menurut kamu, siapakah aku ini?” Menjawab pertanyaan tersebut mungkin tidaklah mudah bagi kita. Kita butuh pengalaman tidak langsung dan pengalaman secara langsung mengenai dan bersama Yesus agar apa yang kita sampaikan bukan kata orang, tetapi kata kita masing-masing secara pribadi. Marilah kita merenungkan apakah kita benar-benar telah mengenal Yesus Kristus penyelamat kita? Atau apakah kepercayaan kita kepada Yesus hanya sebatas kata orang saja

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Komentar