oleh

Ia Menyembuhkan Banyak Orang

-Rohani-361 views

Injil Markus 1:29-39

“Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit”

Ada saat dimana hidup menjadi gelap.  Semuanya serba asam, pahit, sesak, terhimpit, tak bisa bergerak. Semua serba layu dan kering, tanpa harapan, tanpa masa depan. Hidup seperti perjalanan berat: memikul peti mati untuk diri sendiri menuju kubur kebuntuan kekal. Itulah yang dirasakan Ayub. Resah dan gelisah, tetapi tak tahu mau kemana dan dengan siapa.

Ada saatnya kita seperti Ayub: dimana-mana seperti penuh masalah. Di rumah: keluarga sakit, kurang ini dan itu, keluarga konflik, dll. Di jalan: macet, diancam pencopet, kecelakaan, dll. Di tempat kerja semua seperti sia-sia. Ini mungkin saat kelahiran kembali. 

Hidup adalah rahim kehidupan, ada saatnya kita harus keluar dari rahim yang satu ke yang lain. Ini menyakitkan, tetapi harus dilewati. Seperti Ayub, ini akhirnya mengubah cara pandang tentang dirinya, manusia, dunia, dan Allah. Ayub berubah karena berada dalam relasi dengan Tuhan lewat firman-Nya.

Firman Tuhan adalah pedang, yang siap memutuskan tali-tali penyanggah kita yang lama, tetapi juga membuat jalan baru untuk kita. Karena itu, panggilan yang hakiki untuk orang beriman adalah lewat pewartaan kabar baik. “Celakalah aku jika aku tidak mewartakan Injil”, kata Paulus dalam bacaan kedua. 

Injil yang menyenangkan kehidupan: dari kesesakan kita dibawa ke lapangan, dari gelap menuju terang. Kenyataan itu, ditunjukan Yesus dalam bacaan Injil, Ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir kekuatan kegelapan. Yesus telah menjadi jalan dalam kebuntuan, Ia menjadi dokter. Cahaya di tengah kegelapan hidup. Dengan-Nya beban hidup menjadi ringan.

Ya Bapa, kami sering merasa hidup ini sebagai sebuah penjara. Jauh dari kebahagiaan dan kebahagiaan. Namun, kami tahu bahwa Engkaulah sumber hidup. Bantulah kami untuk tidak menjadi beban beban, tetapi menjadi sumber informasi bagi sesama. Amin

 

(Renungan Harian Katolik)

Komentar

Jangan Lewatkan