oleh

Jadi Besar, Orang Harus Menyediakan Diri untuk Melayani Orang Lain

-Rohani-370 views

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Dn. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas La Verna Padang bulan Pringsewu, Lampung, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari Minggu Biasa XXV, Minggu 19 September 2021. “Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepadaNya.” dasar biblis Injil Markus 9:30-37.

Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, pada pendidikan awal dalam kongregasi SCJ dimulai dengan masa Postulan. Ketika saya masih Postulan, kami berasal dari berbagai suku, ada Jawa, Flores, Batak dan Betawi. Dari berbagai suku inilah, kami berdinamika untuk mengenal, hidup, dan berdinamika bersama. Salah satu bentuk dinamika yang dibuat saat itu adalah dengan memasak bersama setiap hari minggu.

Biasanya tugas masak dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Pernah suatu saat, kelompok kami bertugas masak. Salah satu dari anggota kelompok kami ada teman dari Flores. Saat itu koordinator kelompok masak kami meminta teman kami yang dari Flores ini untuk mengambilkan Krecek (kita tau, Krecek itu kulit binatang yang dikeringkan, yang dibuat krupuk) di ruang ekonom. Tanpa bertanya ini dan itu, teman kami itu langsung meminta kepada ekonom rumah.

“Frater, koordinator kelompok kami meminta Krecek” Ekonom rumah bertanya, “Krecek atau Kresek?” frater itu menjawab “Kresek frater…” teman kami itu datang ke dapur sambil membawa Kresek (kantong plastic) dan memberikannya kepada koordinator kelompok masak kami. Koordinator kelompok masak kami mengatakan “saya itu minta untuk diambilkan Krecek bukan Kresek, kamu tau krecek itu apa? Krecek itu kerupuk kulit..” “Ow…bilang saja e, kerupuk kulit, bikin sa pusing kepala saja…” jawab teman kelompok kami itu.

Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, sering kita mendengar istilah “malu bertanya sesat di jalan.” Kiranya istilah ini cocok kita sematkan pada Para Murid Yesus, yang mana pada hari ini, mereka belum paham akan apa yang dikatakan Yesus namun mereka tidak mau bertanya mengenai arti dari perkataan Yesus itu. Sehingga, mereka mengartikan secara bebas tentang perkataan Yesus itu. Mereka mengira bahwa perkataan Yesus itu membahas tentang Yesus yang akan menjadi Raja. Kalau Yesus menjadi Raja, pasti diantara mereka akan terpilih dan menduduki jabatan terbesar dari pada yang lain.

Menjadi terbesar dalam kerajaan Yesus berarti orang itu harus menyediakan diri untuk melayani orang lain. Bahkan, melayani seorang anak sekalipun, karena dalam tradisi Yahudi, seorang anak tidak dianggap penting. Secara manusiawi kita tidak luput untuk menerima perhatian dan penghargaan dari orang lain, bahkan kita berlomba-lomba untuk menjadi orang nomer satu.

Memang tidak salah kalau kita punya semangat untuk menjadi orang nomer satu, akan tetapi yang Yesus harapkan bukan menjadi nomer satunya dengan menomer duakan, atau tiga, atau empat yang lain. Akan tetapi menjadi yang terbesar dari yang lain adalah dengan menempatkan diri kita untuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama kita.

Caranya dengan menjadikan diri hamba, hati seorang hamba yang mau merendah untuk melayani mereka yang dianggap tidak berarti sekalipun. Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita . Amin.

Komentar