oleh

Jalan Hidup, Doa dan Refleksi

-Rohani-219 views

Jalan hidup. Jalan yang dipilih untuk kehidupan. Jalan yang menentukan keselamatan. Karena hidup adalah medan pertarungan kejahatan dan kebaikan, maka dalam pertarungan itu kerap manusia terjebak dalam kejahatan. Tergoda memilih jalan kematian. Lalu ada kesadaran untuk bangkit dan beralih kepada kebaikan. Tapi pertarungan itu tidak selesai. Selalu ada godaan untuk kembali ke masa lalu.

Jangan kembali ke masa lalu yang mematikan. Pergilah ke masa depan yang menghidupkan. Jalan kematian menggoda dengan kepalsuan cinta yang menjerumuskan. Jalan kehidupan menyatakan kebenaran cinta yang menyelamatkan. Manusia berada di antara dua pilihan: jalan kematian ataukah jalan kehidupan.

Setiap manusia bebas menentukan pilihan. Apapun pilihannya, selalu ada konsekuensinya. Pilihan jalan kematian membawa manusia kepada kesengsaraan jiwa, frustrasi, kecewa, kepahitan, kegeraman, pertikaian, kerusakan, kehancuran, kebinasaan. Jalan kehidupan membawa manusia kepada kesejahteraan jiwa, transformasi, sukacita, kenyamanan, kebahagiaan, persaudaraan, kebaikan, keutuhan, keselamatan.

Medan hidup adalah medan pertarungan kedua jalan. Setiap momen adalah penentuan keputusan untuk memilih dengan bebas sesuai keinginan. Bagi manusia yang berdoa dan berefleksi, pilihan didasarkan pada iman dan akal budi serta hati nurani yang berkolaborasi memberi pertimbangan berhikmat. Maka hasilnya adalah pilihan yang membawa keselamatan. Jalan kehidupan, bukan jalan kematian.

Ini berarti, doa dan refleksi adalah cara mengelola iman, akal budi, hati nurani untuk tetap selaras dalam kolaborasi hikmat. Doa dan refleksi adalah spiritualitas yang menjiwai pribadi dalam menentukan pilihan jalan hidup. Hasil dari kolaborasi hikmat itu adalah keputusan yang benar dan baik untuk kehidupan kaya arti.

Dalam doa dan refleksi, ada keberanian melakukan autokritik jika terdapat kekeliruan atau kesalahan sebelumnya. Ada evaluasi diri untuk transformasi. Ada kerendahan hati. Dengan itu ditepislah kecenderungan rasionalisasi atau pembenaran diri, baik kentara maupun terselubung samar.

Mau mati secara moral, spiritual, sosial, eklesial? Pilihlah jalan kematian. Mau hidup secara moral, spiritual, sosial, eklesial? Pilihlah jalan kehidupan.

 

Oleh: Romo Sipri Senda, Pr

Komentar

Jangan Lewatkan