oleh

Kasih Energi Kehidupan

-Rohani-200 views

Deus caritas est. Allah adalah kasih. Kasih itu energi kehidupan. Daya hidup yang mencipta, menyelenggarakan, membangkitkan, menyelamatkan. Kasih itu memancar keluar dari diri, menjangkau yang lain yang dikasihi.

Manusia adalah wujud kasih Allah. Tercipta oleh, dalam, karena, dan demi kasih. Hakikat asalinya adalah kasih. Maka istilah “gambar dan rupa Allah” merupakan ungkapan tentang kasih yang terwujud. Citra kasih yang mewujud dalam kemanusiaan. Manusia menjadi tanda nyata kasih Allah dalam dunia.

Manusia sebagai citra kasih menghayati hidupnya sebagai pernyataan kasih. Mengasihi adalah panggilan hidupnya. Mengasihi adalah aktus kodrati kemanusiaannya. Dengan mengasihi, manusia menegaskan identitasnya sebagai ciptaan Allah. Dengan mengasihi, manusia menggarisbawahi dirinya sebagai citra Allah.

Mengasihi itu terarah kepada yang lain. Yang lain itu terbedakan atas Yang Mencipta dan yang tercipta. Yang Mencipta adalah sumber kasih. MengasihiNya merupakan tanggapan kodrati atas kasihNya. Yang tercipta adalah sesama manusia dan atau sesama ciptaan, yaitu lingkungan alam. Mengasihi sesama dan alam adalah wujud mengasihi Pencipta.

Ibarat satu koin dua sisi, aktus mengasihi itu satu, sedangkan yang dikasihi itu dua sisi, yaitu Pencipta dan yang tercipta. Mengasihi Pencipta tidak terlepas dari mengasihi yang tercipta. Tidak mungkin mengasihi Pencipta tanpa mengasihi yang tercipta. Begitu pula sebaliknya, tidak mungkin mengasihi yang tercipta tanpa mengasihi Pencipta.

Pada titik ini, kelihatan adanya contradictio in actu, ketika ada manusia yang merusak sesama tercipta sebagai tanda berbakti kepada Pencipta. Membunuh sesama atas nama Tuhan, sama dengan kebohongan. Ada falacia in mente (sesat pikir) yang mewujud dalam falacia in actu (sesat tindakan). Membunuh atas motif apapun, mengingkari citra kasih yang inheren pada kemanusiaan itu sendiri. Pada titik tertinggi, hal itu pun mengingkari Pencipta yang mengasihi.

Allah mengasihi manusia dan semesta alam. Manusia mengasihi Allah; mengasihi sesama manusia; dan mengasihi lingkungan alam beserta isinya. Ketika kasih menjiwai dan meresapi seluruh hidup, maka damai sejahtera membumi dalam makna yang sebenarnya.

 

Oleh: Rm. Sipri Senda, Pr

Komentar

Jangan Lewatkan