oleh

Komunitas Solidaritas Misericordia Ibadah Oikumene Virtual

-Rohani-212 views

RADARNTT, Kupang – Komunitas Solidaritas Misericordia mengadakan Ibadah bersama, dengan tema “Mengikut Yesus di jalan penderitaan”. Kegiatan ibadah internal ini menghadirkan Brian Kapitan salah seorang anggota komunitas, sebagai pembawa renungan, Sabtu (20/02/2021).

Wabah virus corona memang menghambat aktivitas setiap orang. Semua kegiatan yang biasanya menjadi ajang orang-orang berkumpul, terpaksa harus ditiadakan, termasuk pula dengan kegiatan peribadatan. Dalam situasi demikian, Komunitas Solidaritas Misericordia mengadakan Ibadah internal komunitas sebagai kegiatan bulanan serta juga sebagai Ibadah yang perdana.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 serta pembatasan kegiatan masyarakat saat ini yang melanda kota Kupang, Ibadah perdana ini dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting. Di samping itu ibadah perdana ini juga mengawali perenungan masa prapaskah Gereja Katolik dan Sinode GMIT, bagi anggota yang beragama Katolik dan Protestan.

Dalam renungan ibadah perdana ini, Brian Kapitan mengutip bacaan Injil Markus 8:31-38 sebagai dasar biblis untuk mendalami tema “Mengikuti Yesus di Jalan penderitan”. Brian menekan betapa penting merefleksikan panggilan hidup sebagai orang Kristen yang siap memikul salib.

Sebagai pengikut Kristus, para murid wajib memenuhi syarat yang diajukan Yesus untuk mengikutiNya, yakni Menyangkal diri, Memikul salib dan Mengikut Yesus. Menyangkal diri dan memikul salib merupakan bagian hakiki dari mengikuti Yesus.

Menyangkal diri berarti mampu mengendalikan diri dari setiap keinginan buruk yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Memikul salib berarti berani memanggul segala beban hidup sebagai konsekuensi dari mengikuti Yesus.

Siap menderita karena Kristus atau melaksanakan kehendak Kristus. Penderitaan itu bisa berupa penderitaan fisik, tetapi juga penderitaan batin karena melakukan kebenaran, kebaikan, cinta kasih, dan ditolak oleh orang sekitar.

“Salib adalah bagaimana kita tetap bertahan dalam cinta kasih, kebenaran, kebaikan, walaupun ditentang. Dengan cara itu, kita memikul salib kita dan mengikuti Kristus yang telah lebih dahulu menderita,memikul salib dan wafat di salib untuk keselamatan kita,” kata Brian.

Dengan ibadah internal yang dibawakan oleh anggota yang beragama Protestan ini,
Komunitas Solidaritas Misericordia yang merupakan komunitas yang bersifat plural, tetap menumbuhkan semangat kerohanian di tengah pandemi, sekaligus juga meningkatkan semangat oikumene.

Laporan: Castio Ludji

Komentar

Jangan Lewatkan