oleh

“Maria Tetap Perawan”, Tema Webinar PDKK Santa Theresia Avilla Surabaya

-Rohani-247 views

RADARNTT, Surabaya – Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) Santa Theresia Avilla Surabaya mengadakan kegiatan webinar dengan tema “Maria Tetap Perawan”, Sabtu (15/5/2021). Narasumber kegiatan ini adalah Romo Siprianus Soleman Senda, Pr Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK), yang diundang panitia untuk membahas tema ini.

Kegiatan webinar dalam rangka Bulan Mei sebagai bulan Maria ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada umat mengenai ajaran Gereja Katolik terkait tema tertentu. Panitia menyebutnya ROJAK MANIS, yaitu akronim dari Romo Menjelaskan Umat Memahami Sekarang. Tujuannya agar umat memahami penjelasan tematik mengenai ajaran iman Katolik yang diberikan oleh pastor.

Tema Maria Tetap Perawan dibahas oleh Romo Sipri Senda secara ringkas padat, dengan memaparkan kesaksian kitab suci, para bapak Gereja, dan Magisterium Gereja.

“Dogma Maria tetap perawan yang diajarkan Gereja adalah bahwa Maria Perawan sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan. Istilah latinnya virginitas ante partum, in partu, post partum. Dasar kitab sucinya adalah perkataan malaikat kepada Maria bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Perawan yang mengandung Yesus, Anak Allah, bukan secara biologis manusiawi, tetapi secara ajaib karya Roh Kudus.” jelas Romo Sipri Senda.

Dalam sesi pertanyaan, ada pertanyaan tentang peranan Bunda Maria yang memperhatikan jiwa-jiwa di api penyucian. Romo Sipri Senda menjelaskan tentang kepedulian Bunda Maria terhadap keselamatan jiwa-jiwa di api penyucian dengan bertolak dari teks Yoh 2:1-11. Maria peduli pada kesejahteraan manusia. Ia tanggap dan sigap menolong dengan caranya. Maka perhatian Bunda Maria terhadap jiwa-jiwa di api penyucian adalah wujud kasihnya kepada keselamatan mereka. Ia memohon kerahiman Yesus Putranya agar jiwa-jiwa itu diselamatkan.

Pertanyaan lain menyangkut keperawanan Maria setelah melahirkan. Romo Sipri memberi contoh tentang semak bernyala tapi tidak terbakar yang disaksikan Musa, atau Yesus yang bangkit yang masuk ke ruangan melewati pintu tertutup tanpa merusak pintu itu. Dua contoh teks itu memberikan gambaran tentang karya agung Allah terhadap Maria. Ia mengandung dan melahirkan Yesus tanpa merusak keperawanannya.

Kegiatan ini memberikan wawasan mengenai iman kristiani kepada umat. Dengan demikian umat terbantu mendalami imannya dan mempertanggungjawabkan iman dalam perjumpaan dengan orang lain yang menanyakannya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan