oleh

Orang Benar di Kancah Kehidupan

-Rohani-266 views

Dalam kehidupan bersama, ada orang benar dan ada orang sesat. Orang benar melakukan apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan untuk kebaikan bersama. Perbuatan orang benar, di mata orang sesat menjadi ancaman, halangan, hambatan untuk memenuhi segala keinginan sesat mereka. Alhasil, orang benar diincar, diupayakan agar hilang dari peredaran. Segala cara licik dipakai agar orang benar dibinasakan.

Dalam realitas hidup, pertarungan orang sesat melawan orang benar selalu terjadi. Orang sesat yang telah berkutat dalam kejahatan tak bisa hidup aman dan nyaman, selama masih ada orang benar yang akan terus mengkritisinya untuk meninggalkan kesesatan dan beralih kepada kebenaran. Tentu saja orang sesat tak kan mau.

Kesesatan itu jalan hidup menuju kesenangan, kekayaan, kehormatan, kemuliaan, popularitas, walaupun semuanya semu dan palsu belaka. Karena itu, orang benar dipandang sebagai musuh. Dia harus disingkirkan agar tidak menghambat seluruh keinginan sesat mereka. Serangan demi serangan dilancarkan. Nyinyir, fitnah, tuduhan palsu, penghinaan, pelecehan, dll semua dilancarkan secara terstruktur, sistematis dan masif.

Namun orang benar bertahan dalam kebenaran. Kekuatannya ada pada Tuhan. Dia bersandar sepenuhnya pada Tuhan. Ia tidak goyah. Karena dia yakin, Tuhan melindungi dan menolongnya. Sekalipun harus menderita karena kebenaran, ia sanggup menjalaninya dengan kekuatan yang bersumber dari Tuhan. Pada waktunya kebenaran akan menang. Maka ia bertahan dan terus berbuat baik dan benar.

Sejatah mencatat dengan titnta emas. Orang benar walaupun kelihatan kalah secara duniawi, pada akhirnya tetap menang dalam transformasi hidup. Pertarungan dalam kancah kehidupan tetap dimenangkan orang benar. Karena Tuhan campur tangan. Tuhan turun tangan, ketika orang benar angkat tangan untuk berpasrah pada rancangan ilahi. Hanya pada Tuhanlah ia berharap dan tak kan dikecewakan. Tuhan tidak tidur. Mata Tuhan tetap melihat sampai ke lubuk hati. Setiap orang sesat yang berkamuflase, dilihatnya tembus hingga di dasar hati. Tak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Orang sesat akan ditindak dengan keadilan pada waktuNya.
Maka orang benar tetap setia dalam kebenaran. Ia tetap membalas kejahatan dengan kebaikan.

Menjadi orang benar itu sebuah perjuangan. Tidak mudah. Tapi sungguh indah. Asalkan ada iman yang kuat, harapan yang kokoh dan cinta yang berkanjang. Semuanya terolah dalam disiplin rohani yang terus menerus dihayati. Maka tiada yang mustahil bagi orang yang mengandalkan Tuhan dalam kancah kehidupan.

Menjadi orang benar itu berarti menjadi manusia kasih. Manusia injil. Manusia kitabiah. Manusia yang menjadikan sabda Allah sebagai patokan dan pedoman hidup. Manusia pendoa, pendengar dan pelaksana sabda Allah.

Yesus dari Nazaret itu adalah model manusia kasih. Dialah orang benar yang mengalami perlakuan buruk dari manusia sesat sampai mati di salib. Tapi salib itu bukanlah tanda kekalahan. Salib itu justeru menjadi tanda kemenangan. Orang benar tak terkalahkan, walaupun harus menjalani salib. Di ujung salib ada kebangkitan. Ada paska. Ada kemenangan kebenaran. Kemenangan yang mengabadi.

Berbahagialah orang benar yang berjuang dalam kancah kehidupan. Kekuatan salib Kristus akan menopang perjuangan kebenaran itu hingga akhir. Orang benar itu ditakuti. Ditakuti oleh orang sesat. Ditakuti karena kebenaran yang memerdekakan. Juga kebenaran yang menguliti kesesatan hingga ke sungsum.

Jangan takut menjadi orang benar. Dia yang bersabda “Akulah Kebenaran” tetap menyertai sampai akhir zaman.

Renungan kecil atas teks Keb 2:12.17-20

 

Oleh: Rm. Sipri Senda
Alumnus Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Komentar

Jangan Lewatkan