oleh

Perintah Allah Kamu Abaikan Untuk Berpegang pada Adat Istiadat Manusia

-Rohani-816 views

Dalam Injil Markus (7:1-8.14-15.21-23), tampaknya ada beberapa argumen tentang kepala dan tangan.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang memiliki kepala penuh dengan pengetahuan tentang hukum dan tradisi keagamaan, mempertanyakan Yesus mengapa murid-murid-Nya tidak menghormati tradisi para tua-tua dan makan makanan mereka dengan tangan yang najis, yaitu tangan yang dibasuh.

Tetapi Yesus memindahkan pertanyaan tentang keadaan tangan ke keadaan hati, seperti yang Dia kutip dari perikop nabi Yesaya:

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

Sebenarnya Yesus sedang memberi tahu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bahwa mereka mungkin pandai dalam hal Hukum dan tradisi.

Tapi bagaimana dengan hati mereka dan bagaimana dengan ibadah yang mereka persembahkan kepada Tuhan?

Di dunia ini, baik dalam bidang pendidikan atau bisnis, ini tentang seberapa pintar kita dan seberapa pintar kita. Ini semua tentang kepala.

Tetapi Yesus mengalihkan perhatian kita ke hati kita. Apakah hati kita bersama Tuhan, ataukah jauh dari Tuhan? Jadi ini bukan hanya tentang tangan yang bersih; ini tentang hati yang bersih.

Yesus memberi tahu kita hal-hal apa yang bersembunyi di dalam hati kita: segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.

Ya, semua hal jahat ini berasal dari dalam dan membuat hati kita menjadi najis.

Kita memiliki setidaknya satu atau lebih dari dosa-dosa itu. Yesus meminta kita untuk menyentuh tangan-Nya dan memberikannya kepada-Nya. Dia datang untuk menghapus kesalahan kita dan untuk membawa penyakit kita.

Yesus datang untuk menyucikan kita, untuk menyembuhkan kita dan untuk membuat hati kita seperti hati-Nya. Marilah kita melihat Hati-Nya dan marilah kita memohon kepada-Nya untuk membersihkan hati kita, untuk menyembuhkan hati kita dari dosa, sehingga kita dapat mempersembahkan kepada Allah suatu kurban yang murni dan layak. (RENUNGAN PAGI)

Komentar

Jangan Lewatkan