oleh

Sabda-Mu adalah Sabda Hidup yang Kekal

-Rohani-350 views

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini kita merenungkan bacaan-bacaan Kitab Suci, kita semua diingatkan bahwa kita harus selalu tetap teguh di dalam Tuhan dan dalam iman Kristen kita, dan kita tidak boleh membiarkan diri kita terombang-ambing atau menjadi tertipu oleh kepalsuan, jangan sampai iblis mencoba seperti biasa, untuk menjauhkan kita dari Tuhan dan dalam mencoba membujuk dan memaksa kita untuk memeluk cara-cara dunia, dan menjauhkan diri kita dari jalan yang benar.

Dalam Injil kita hari ini, (Yoh. 6:60-69) Tuhan ditinggalkan oleh banyak dari mereka yang mengikuti Dia karena Dia berbicara kepada mereka tentang kenyataan bahwa Dialah yang akan memberi mereka semua Tubuh dan Darah-Nya sendiri, untuk dipecah-pecahkan dan dibagikan di antara mereka, sebagai Roti Kehidupan dan keselamatan semua, hanya di dalam Dia kita semua akan menerima jaminan hidup yang kekal. Tetapi banyak yang tidak mau membuka pikiran mereka kepada Tuhan dan hanya sedikit yang mau menerima kebenaran yang pahit, karena mereka menolak untuk menerima bahwa Seseorang seperti Tuhan dapat memberi mereka Daging dan Darah-Nya sendiri. Itu tidak masuk akal dan konyol bagi mereka, dan mereka tidak bisa mentolerirnya sehingga mereka meninggalkan Yesus.

Sekarang, bagaimana dengan kita? Bisakah kita menerima ajaran Yesus? Apakah kita merasa terganggu dengan ajaran-Nya? Nah, fakta bahwa kita berada di sini untuk Misa dapat berarti bahwa kita menerima dan percaya pada ajaran Yesus. Kita mengucapkan “Amin” ketika kita menerima Komuni Kudus, dan kita percaya bahwa kita sedang menerima Tubuh Kristus, bahwa kita sedang memakan daging-Nya.

Tetapi bagaimana dengan ajaran Yesus yang menantang dan sulit lainnya? Seperti misalnya, “kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:43-44). Atau bagaimana dengan sabda ini: Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat  kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.  (Mat 5:39) Faktanya, setiap halaman Injil dipenuhi dengan beberapa jenis ajaran Yesus yang keras. Ajaran Yesus ini mungkin terdengar tidak masuk akal dan menggelikan, namun firman-Nya adalah roh dan hidup, dan mengandung pesan kehidupan kekal.

Namun, seperti yang kita dengar dari Injil kita hari ini dan dari pekan-pekan sebelumnya, tentang  Roti Hidup ini, Tuhan tidak memperhalus kata-kata-Nya atau melunakkannya dengan eufemisme. Sebaliknya, Dia berbicara dengan gamblang dan jelas, menyoroti bahwa memang hanya melalui Dialah keselamatan Tuhan akan datang, dan dengan menyatakan diri-Nya sebagai Roti Kehidupan. Yesus mengungkapkan bahasa kasih-Nya dalam pengorbanan-Nya di kayu salib. Semoga kita juga berbicara dan bertindak dengan cara yang sama.

Oleh karena itu, marilah kita semua melihat dengan cermat bagaimana kita harus melanjutkan hidup ini, ke depan mengetahui bahwa kita semua adalah bagian dari Gereja yang sama dan memiliki misi yang sama yang dipercayakan kepada kita oleh Allah sendiri, untuk menjadi saksi-Nya yang setia dan berani, melalui tindakan dan perbuatan kita sendiri, dengan segala sesuatu yang kita lakukan, bahkan untuk hal-hal terkecil, dalam komunitas kita sendiri. Semoga kita semua menjadi teladan dalam iman dan kehidupan kita, sehingga kita dapat semakin menginspirasi untuk datang dan mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati. Amin. (Renungan Pagi)

Komentar