oleh

Segalanya Mungkin Bagi Allah

-Rohani-435 views

Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. Kebaikan Tuhan itu tidak tertuju kepada orang-orang tertentu, melainkan bagi siapa saja tanpa ada pengecualian.

Sebagai manusia ciptaan Tuhan yang percaya, kita harus terus bersyukur atas kebaikan Tuhan ini. Hal sederhana seperti Matahari yang Tuhan ciptakan bukan semata tertuju kepada orang benar melainkan juga kepada orang berdosa.

Bacaan pertama pada hari ini, berisi tentang madah pujian yang diberikan kepada Allah. Dengan kebijaksanaan-Nya, setiap orang akan mendapatkan kasih karunia dari DiriNya sendiri. Madah pujian yang bergema dalam kitab Kebijaksanaan melukiskan bagaimana kerinduan dan keingian akan cahaya abadi dari Allah.

Cahaya abadi ini dapat mengalahkan harta duniawi yang sedang kita miliki sekarang dan lebih dari pada itu, emas dan perak hanyalah pasir dan lumpur di hadapanNya. Salomo yang kita kenal sebagai orang yang bijaksana dalam kitabnya mengajak kita sekalian untuk selalu berharap dan berdoa kepada Tuhan sumber kebijaksaan agar kitapun diberikan rahmat untuk menjadi orang yang bijaksana. Apakah kita ingin cahaya abadi dari Allah ataukah masih mementingkan harta duniawi sebagai pemuas diri tersendiri.

Dalam bacaan kedua, Paulus mengungkapkan bahwa kebiasaan diri kita yang hanya mementingkan harta duniawi tidak akan membawa kita pada makna kehidupan yang sesungguhnya. Jika kita mengutamakan Firman Allah dalam hidup ini maka segalanya akan terjawab dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan hal ini, kita perlu tahu bahwa Allah akan selalu menimbangkan apa yang ada dalam pikiran hati kita.

Artinya, kebutuhan dan keinginan kita yang kita haturkan dalam doa kita setiap hari akan terkabul dengan sendirinya dan hal yang kita lakukan adalah memohon dengan tulus hati kepada Allah. Dengan firmanNya kita akan mendapatkan apa yang kita butuhkan setiap hari dalam kehidupan kita. Diri kita yang transparan di hadapan Allah hendaklah untuk memanjatkan doa dengan tulus hati karena Allah tahu semuanya dalam diri kita.

Selanjutnya dalam bacaan injil, Yesus menyampaikan hal ini : “Alangkah sukarnya masuk dalam kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta masuk dalam lobang jarum dari pada seorang kaya masuk dalam Kerajaan Allah.”

Perkataan yang mulia dari Yesus ini tertuju pada diri kita juga, apakah kita masih menyayangi harta duniawi dari pada harta surgawi? Para murid juga mengalami hal yang sama di mana dengan tindakan mereka, Yesus memberikan suatu penerangan baru bahwa harta duniawi yang mereka tinggalkan demi mengikuti Yesus akan berlipat ganda dalam kehidupannya sehari-hari bahkan sampai pada kematian.

Maksud dari perintah kepada orang yang mau mengikuti Yesus menjual seluruh hartanya dan diberikan kepada orang yang berkekurangan adalah agar ia lebih berfokus terhadap Allah dari pada kepada harta yang ia miliki.

Dan sekarang tergantung dalam diri kita, apakah kita sanggup menjalankan apa yang diperintahkan Yesus kepada kita? Hal yang perlu kita ingat bahwa, segala sesuatu yang menurut kita tidak mungkin bagi kita akan menjadi mungkin bagi Allah. Semoga. Amin

Dasar biblis: Bacaan I: Keb. 7: 7-11, Bacaan II: Ibr. 4: 12-13, Bacaan Injil: Mark. 10: 17-30.

 

Oleh: Fr. Fransisko Freinademetz

Komentar

Jangan Lewatkan