oleh

Sharing Kitab Suci di Malam Minggu

-Rohani-353 views

RADARNTT, Kupang – Sekelompok kecil umat mengisi malam Minggu dengan sharing kitab suci online bersama anggota relawan Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK), Sabtu, (28/8/2021). Dipandu oleh Ketua Komisi Kitab Suci KAK, Rm. Sipri Senda, dihadiri 13 orang pemerhati Sabda mendalami teks Mrk 7:1-8.14-15.21-23, yang merupakan bacaan injil untuk hari Minggu Biasa ke-22.

Peserta sharing kitab suci online kali ini berasal dari Kota Kupang, Seba, Kalabahi, dan Maumere, serta kapela Tataum, Oepoli, yang telat masuk. Dalam pendalaman teks, peserta dipandu untuk memahami siapa itu orang Farisi dan ahli Taurat, dengan melihat kamus pada bagian akhir Alkitab Deuterokanonika.

Demikian pula kota Yerusalem dan daerah Galilea dapat dibayangkan melalui peta tanah suci pada bagian akhir Alkitab Deuterokanonika sesudah kamus. Hal ini penting untuk memahami teks yang didalami dalam konteks geografi maupun sosial kemasyarakatan pada zaman Yesus.

Selanjutnya isi teks didalami bersama melalui pertanyaan dari peserta dan jawaban Rm. Sipri, yang adalah dosen Kitab Suci Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang itu. Orang Farisi dan ahli Taurat mengkritik murid Yesus yang makan dengan tangan najis, tanpa mencuci tangan.

Yesus menanggapinya dengan mengarahkan wawasan mereka pada pentingnya kebersihan hati, dan bukan sekadar kebersihan tangan. Cara berpikir orang Farisi dan ahli Taurat lebih menekankan aspek ritual dan legalistik, sehingga motivasi dari dalam diri adalah pamer, haus pujian, dan jauh dari kehendak Allah.

Yesus mengantar mereka dan para murid serta orang banyak untuk memahami kebersihan hati. Hatinyang bersih dari aneka kejahatan, kepalsuan, nafsu, akan menjadikan manusia bersih dan otentik.

Sesudah mendalami teks, peserta diberi waktu untuk berbagi pengalaman iman. Beberapa peserta, di antaranya dari Kalabahi, Maumere dan Kupang membagi pengalaman iman dan refleksi yang memperkaya perspektif atas teks ini.

Beberapa peserta tetap berharap agar kegiatan sharing kitab suci online ini tetap dilakukan setiap akhir pekan. “Kalau bisa, Sabtu depan lagi dilaksanakan kegiatan ini, karena sangat bermanfaat bagi kami, khususnya saya pribadi. Saya makin lebih memahami teks kitab suci,” usul ibu Bertha dari Seba, Sabu. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan