oleh

Sukacita Itu Beriman dan Berbagi

-Rohani-34 Dilihat

Maria dan Elisabet adalah dua perempuan yang perlu dipandang sebagai pembawa perubahan dan pembaharuan bagi dunia. Elisabet adalah seorang perempuan yang sudah lanjut usia dan mandul, sementara Maria adalah seorang perawan sederhana dari sebuah desa yang jauh dari pusat kekuasaan.

Mereka bagian dari masyarakat biasa. Namun apa yang di mata dunia itu dianggap biasa-biasa saja, ternyata mereka dipilih oleh Allah untuk ikut ambil bagian dalam karya keselamatanNya.

Elisabet melahirkan Yohanes, yang akan berperan untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan. Sedangkan Maria akan melahirkan Yesus, Sang Juruselamat dunia, dan juga yang seperti dinubuatkan oleh nabi Mikha sebagai “Seorang” yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Dia akan datang dari Betlehem, di wilayah Efrata, yang juga dianggap sebagai yang terkecil dan yang tak berarti di antara kaum-kaum Yehuda.

Sungguh agung Karya Tuhan ini, yang terjadi selain karena KebaikanNya tapi juga karena Iman dari pihak manusia. Maria dipuji bahagia bukan pertama-tama karena menjadi ibu Yesus secara biologis, tapi karena ia juga menerima Yesus dalam hati atau dalam iman. Karena percaya, Allah pun berkenan tinggal di dalam rahimnya. Iman dan kepercayaan memiliki daya kekuatan, yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin.

Perjumpaan Maria dan Elisabet dalam kisah Injil ini merupakan perjumpaan dari dua wanita yang memiliki pengalaman iman yang sama. Mereka adalah orang-orang yang telah mengalami Allah, dan mereka ingin saling berbagi sukacita yang telah mereka alami itu. Dengan penuh sukacita dalam kerendahan hati, dan juga bersama bayi Yohanes yang melonjak kegirangan dalam rahimnya, Elisabet berkata: “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”

Pengalaman iman Maria dan Elisabet itu mengingatkan kita mengenai apa yang paling penting dalam Perayaan Natal yang akan segera kita songsong ini. Kita akan menyambut kelahiran Yesus dan melihatNya di palungan, dalam kandang Natal yang dibuat di rumah dan di gereja, yang terkadang juga banyak dihiasi pernak-pernik dan lampu kelap-kelip. Maka hal yang paling penting itu ialah: “Apakah kehadiranNya itu akan membuat kita makin beriman dan menggerakkan kita juga untuk mau berbagi dengan sukacita?”

Tertulis dalam Surat Kepada Orang Ibrani tentang Sang Juruselamat dunia, Yesus Kristus, bahwa Dia, karena kehendak Allah, menguduskan kita satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan Tubuh-Nya.

“Allah Bapa kami yang Mahakuasa dan Kekal, kami bersyukur kepada-Mu bahwasannya Engkau tidak menganggap hina menggunakan yang kurang berarti guna menyatakan kasih setia-Mu kepada kami. Seperti teladan Maria dan Elisabet, sebagai pribadi yang sungguh beriman, semoga kami Dikau perkenankan menyertakan iman dalam menghayati liku-liku dan pernak-pernik hidup kami. Amin.”

 

Minggu, 19 Desember 2021
HARI MINGGU ADVEN IV
Bacaan I: Mi. 5:1-4a
Bacaan II: Ibr. 10:5-10
Bacaan Injil: Luk. 1:39-45

 

Oleh: Fr. Lucas Conterius

Komentar

Jangan Lewatkan