oleh

WKRI Paroki Oeleta Gelar Diskusi Evangelisasi

-Rohani-300 views

RADARNTT, Kupang – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta Kupang melaksanakan kegiatan diskusi evangelisasi dengan tema “Simbol-simbol dan Perayaan Liturgi Sebagai Warisan Indah Iman dan Tradisi dalam Gereja Katolik”, Rabu, (26/5/2021). Kegiatan ini dilaksanakan di aula Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta, menghadirkan Romo Sipri Senda, sebagai narasumber.

Ketua WKRI Cabang Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta, ibu Agatha Ome, menjelaskan, “Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja tahun 2021. Program itu adalah program evangelisasi. Maksudnya supaya semua anggota WKRI mendapat pencerahan evangelisasi mengenai iman Katolik, karena masih banyak hal mengenai iman yang kita tidak ketahui.”

Kegiatan diskusi ini dihadiri oleh anggota WKRI dan Legio Maria Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta. Dengan menerapkan prokes secara ketat, para peserta yang berjumlah 50 orang itu mengikuti secara serius penjelasan dari narasumber mengenai Liturgi, Liturgi Ekaristi, Simbol dalam Liturgi dan Tradisi Suci dalam Gereja Katolik.

Romo Sipri Senda, Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK), sekaligus dosen Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang, antara lain menjelaskan, “Liturgi itu secara ringkas adalah ibadat resmi Gereja dengan tatacara yang ditetapkan oleh Magisterium Gereja. Liturgi mencakup perayaan ketujuh sakramen, ibadat sabda, ibadat harian dan sakramentali. Jadi liturgi itu luas cakupannya. Salah satu bentuk liturgi yang lazim kita rayakan adalah perayaan ekaristi.”

Sesudah penjelasan dari narasumber, para peserta mengajukan banyak pertanyaan seputar liturgi, hukum gereja, kebiasaan dalam merayakan ekaristi. Semua pertanyaan dijawab tuntas oleh narasumber. Dengan pencerahan ini, para anggota WKRI maupun Legio Maria semakin memahami makna liturgi, simbol dalam liturgi, serta aneka hal seputar hidup iman kristiani yang selama ini menjadi pertanyaan, seperti tanda salib, anulasi perkawinan, doa salam Maria, doa Bapa Kami, dan lain-lain.

“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi umat untuk memahami dengan baik seluk beluk iman Katolik. Kami sebagai pastor di paroki bisa menjelaskan semampu kami, tetapi jauh lebih baik dan lengkap bila ada dosen di Seminari Tinggi yang datang seperti ini untuk memberikan penjelasan langsung kepada umat. Untuk itu saya, sebagai pendamping rohani WKRI di paroki ini, mengucapkan terima kasih kepada Romo Sipri yang telah hadir dan memberikan pencerahan iman kepada anggota WKRI dan Legio Maria di paroki ini.” Kata Romo Jefry Nome, Pastor rekan dan pendamping rohani WKRI Cabang Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta.

Ibu Agatha dan para peserta mengharapkan agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi di waktu mendatang dengan tema yang berbeda. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan