oleh

Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang

-Rohani-238 views

Bisakah Anda bayangkan, memberi makan 5000 orang lebih di tempat di mana tidak ada pasar, rumah makan, atau dana yang cukup untuk membeli makanan?

Hal ini jelas tidak membuat Yesus bingung, karena Ia tahu apa yang akan Dia perbuat. Namun Yesus ingin melibatkan para murid di dalam karya Kerajaan Surga.

Maka Yesus menanyai Filipus mengenai tempat untuk membeli makanan. Filipus yang berasal dari daerah di sekitar situ, dia dianggap menguasai daerah itu dan mengetahui di mana tempat membeli makanan.

Akan tetapi, Filipus lebih memikirkan jumlah uang yang harus ada bila Yesus dan para murid ingin memberi makan orang yang begitu banyak. Padahal pertanyaan yang melihat bahwa solusi Filipus bertujuan agar para murid menyadari besarnya masalah, sulitnya mencari, tetapi ada Yesus.

Yesus ingin ada iman dalam diri murid-murid-Nya. Lalu Andreas meminimalkannya sumber makanan yang ada. Menurut dia, jumlah makan siang seorang anak yang ada pada saat itu tidak dapat membantu mereka di dalam situasi tersebut.

Baik Filipus maupun Andreas tidak menyadari bahwa justru kelemahan semacam itulah yang menjadi jalan bagi penyataan kuasa dan pemeliharaan Tuhan. Apa yang tidak dapat dilakukan para murid, dapat terjadi oleh kuasa Yesus Kristus.

Maka Yesus pun mengambil roti itu, mengucap syukur, dan membagikan-bagikannya. Setiap orang pun menjadi kenyang. Bahkan masih tersisa makanan sebanyak 12 bakul.

Keterbatasan sumber makanan tidak membuat mereka kekurangan. Kuasa Yesus membuat sumber yang terbatas menjadi tidak terbatas.

Allah berkarya melalui kelemahan manusia. Ia tidak memilih orang yang kuat atau yang merasa diri kuat. Ia memilih orang yang lemah agar Ia dapat menyatakan kuasa-Nya melalui kelemahan mereka.

Ia memberi kita tugas yang tidak dapat kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri karena melalui kita, Ia ingin menyatakan kuat kuasa-Nya.

Tuhan Yesus, Engkau adalah Roti Kehidupan, yang diberikan untuk kehidupan dunia. Datanglah untuk mengisi diri kami dengan damai sejahtera dan cintakasih. Dalam sabda-Mu dan sakramen-sakramen, puaskanlah rasa lapar kami dan sembuhkanlah semua luka kami. Amin.

Dasar biblis: Injil Yohanes 6:1-15

 

(Renungan Harian Katolik)

Komentar

Jangan Lewatkan