oleh

Yesus Sang Feminis

-Rohani-5.329 views

Lukas 23:26-28
Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.

Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!

Ini adalah kisah ketika seorang pemimpin (agama) yang membebaskan perempuan dari belenggu patriarki, adat Yahudi ketika itu. Ketika perempuan tak boleh berada di ruang publik, ketika jumlah anak perempuan tak disebutkan dalam hitungan anggota keluarga.

Yesus merobohkan belenggu patriarki Yahudi, karena itu, ia tampil sebagai pemimpin (agama) yang kemudian diratapi dan ditangisi oleh kaum perempuan. Kaum ini juga yang pertama kali memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus. Konteks waktu itu, perkataan dan kesaksian perempuan dalam pengadilan Yahudi dianggap tak berlaku, tapi tradisi Kristen justru memberi ruang kesaksian dari kalangan perempuan.

Siapa para perempuan itu? Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, Yohana, dan Maria ibu Yakobus.-Lukas.

Dalam kitab yang lain, diceritakan seperti ini, “Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.” -Markus.

Sejak Yesus, laki atau perempuan adalah sama di hadapan-Nya.

“Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Galatia 3:26-28

 

Selamat Paskah
Moskow, 4 April 2021

Oleh: Joaquim Lede Valentino Rohi

Komentar

Jangan Lewatkan