oleh

Memperteguh Iman kepada Allah

-Rohani-122 Dilihat

Padang gurun adalah tempat berbahaya, dihuni binatang buas dan para penyamun, juga merupakan simbol kesulitan dan hambatan. Bahkan padang gurun identik sebagai suasana kesengsaraan dan kejatuhan, karena ada iblis di tempat itu.

Bacaan-bacaan Suci pada hari ini menghantar kita pada suatu permenungan bahwa kasih Allah begitu besar kepada manusia. Melalui peristiwa-peristiwa yang kita alami dalam hidup, Allah menyatakan kasih-Nya. Tanggapan kita terhadap kasih Allah nyata dalam iman dan kepercayaan kita terhadap-Nya. Iman dan kepercayaan kita kepada Allah bertumbuh dan berkembang melalui peristiwa-peristiwa yang kita alami dalam hidup, baik dalam suka maupun dalam duka.

Dalam Bacaan Pertama yang diambil dari Kitab Ulangan disampaikan tentang iman dan kepercayaan Bangsa Israel kepada Allah, karena Allah telah memberi negeri yang menjadi milik pusaka mereka, dan juga Allah telah menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir, sehingga mereka melakukan persembahan hasil pertama dari bumi, sebagai ucapan syukur atas penyertaan dan bimbingan Tuhan. Iman dan kepercayaan mereka kepada Allah nyata dalam tindakan dan perbuatan.

Penggalaman yang mereka alami memperteguh iman dan kepercayaan. Ketika mereka berseru dan memohon pertolongan, Allah senatiasa hadir dan menyelamatkan. Mereka menyadari bahwa semua yang mereka peroleh merupakan campur tangan Allah yang senatiasa menyertai dan membimbing mereka.

Dalam Bacaan Injil ditampilkan tentang situasi Yesus yang dicobai di padang Gurung. Iblis mencobai Yesus untuk tidak taat pada rencana Allah Bapa. Dengan tiga model pencobaan, yakni: cobaan untuk mengubah batu menjadi roti, cobaan untuk menguji kuasa Allah dengan menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah dan cobaan untuk menguasai kerajaan dunia. Yesus dengan tegas menolak godaan-godaan itu dan tetap setia pada kehendak Allah Bapa.

Sering kali dalam kehidupan, kita senantiasa dicobai dengan tawaran-tawaran duniawi yang menggiurkan. Lebih banyak orang tergiur dengan tawaran-tawaran duniawi daripada mempertahankan iman kepada Kristus. Banyak orang meninggalkan imannya karena sibuk dengan harta dan tahta. Orang lebih mudah tergoda dan terpengaruh dengan kenikmatan sesaat yang membawa orang kepada kehancuran daripada hidup menderita untuk mempertahankan iman.

Melalui Bacaan-bacaan Suci hari ini, kita diajak untuk memperteguh iman dan kepercayaan kita kepada Allah yang menjadi sumber pengharapan dan kekuatan dalam hidup. Bersama Allah, kita mampu melewati penderitaan hidup yang kita alami. Yang paling penting dalam hidup, kita harus mencari dahulu Kerajaan Allah, kemudian baru hal-hal penting lainnya akan dikaruniakan sesuai kehendak Allah.

Allah tidak membiarkan kita hidup dalam penderitaan dan jatuh dalam pencobaan. Ia senantiasa menyertai kita. Kita juga diajak untuk tahu bersyukur atas peristiwa iman yang kita alami dalam hidup.

Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma berkata demikian, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulut, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatakan.” Hanya dengan iman dan kepercayaan kepada-Nya, kita diselamatkan.

Maka, teruslah kita memupuk iman dan kerpecayaan kepada-Nya dengan terus berkomunikasi melalui doa. Masa Prapasakah adalah masa di mana kita mempersiapkan diri, melihat diri, serta kehidupan iman kita, agar dapat menyambut kebangkitan-Nya dengan suatu kehidupan baru. “Barang siapa yang percaya kepada dia, tidak akan dipermalukan.” Amin.

 

Minggu, 6 Maret 2022
Minggu Prapaskah I
Bacaan I :Ul. 26:4-10
Bacaan II :Rm. 10:8-13
Bacaan Injil :Luk. 4:1-13

 

Oleh: Frater Lucas Conterius

Komentar