oleh

SMAK Sint Carolus Kupang Adakan Pembekalan Katekese BKSN

-Rohani-225 Dilihat

RADARNTT, Kupang  – Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Sint Carolus-Kupang, mengadakan pembekalan katekese Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), Rabu, 7 September 2022, bertempat di Gereja Santo Yosef Pekerja-Penfui.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMAK Sint Carolus, Fredus Kolo S.Ag menyatakan bahwa kegiatan ini dipandang perlu untuk mengimplementasikan bahan katekese ke dalam lingkup dunia pendidikan.

“Sebagai lembaga pendidikan Katolik, kita harus bisa menjadi bagian yang harus terlibat aktif untuk melaksanaan kegiatan katekese BKSN. Melalui kegiatan pembekalan ini, para guru hendaknya dapat mengimplementasikannya ke dalam pembelajaran di sekolah, khususnya dalam bidang ilmunya,” ungkap Fredus dalam sambutannya.

Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang, Romo Siprianus S Senda, Pr diundang sebagai nara sumber dan pembicara dalam kegiatan pembekalan ini. Romo Sipri Senda yang hadir bersama John Bahy, salah seorang relawan komisi Kitab Suci, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas kegiatan ini.

“Saya mengapresiasi apa yang telah kalian lakukan ini. Saya bangga, karena ini satu-satunya lembaga pendidikan yang mengundang Komisi Kitab Suci untuk membuat pembekalan. Terima kasih karena telah memperhatikan hal ini,” ucap Romo Sipri Senda.

Peserta dalam kegiatan pembekalan ini adalah para guru, pegawai dan juga mahasiswa PKL Undana yang ada di SMAK Sint Carolus.

Romo Sipri Senda memaparkan bahan BKSN 2022, dari tema, gagasan pendukung, teks Kitab Suci yang dipakai dalam kegiatan katekese empat mingguan, dan juga pesan serta aplikasinya terkhusus dalam bidang pendidikan.

“Tema umum BKSN kita adalah ‘Allah Sumber Harapan Hidup Baru’. Kita akan belajar dari Nabi Amos dan Nabi Hosea. Untuk dunia pendidikan, para guru bisa merefleksikan pesan Sabda Tuhan dalam pertemuan katekese setiap minggunya, dan menjadi pegangan untuk diri sendiri maupun ditransfer kepada para siswa guna perkembangan iman,” ungkap pendamping para Frater di Seminari Tinggi Santo Mikhael-Kupang ini.

“Misalnya dalam pertemuan katekese minggu pertama dengan sub tema ‘Allah sumber harapan untuk menangkis mentalitas keagamaan palsu’, Nabi Amos mengingatkan agar jangan pergi ke Betel, Gilgal dan Bersyeba. Para guru bisa merefleksikan, apa yang menjadi Betel saya saat ini, apa yang menjadi Gilgal saya saat ini, apa yang menjadi Bersyeba saya saat ini? Mentalitas saya yang mana yang menghambat saya dalam pengembangan diri atau merintangan saya memajukan dunia pendidikan?,” lanjut Romo Sipri Senda.

Dalam sesi tanya jawab, para guru dan mahasiswa PKL mengajukan pertanyaan bagaimana cara mengkontekstualisasikan bahan BKSN ke dalam dunia sekolah. Setiap pertanyaan dijawab jelas oleh nara sumber.

Di akhir pembekalan, Romo Sipri Senda mengajak para peserta untuk mencintai Kitab Suci dengan memiliki, membaca, dan merenungkan Sabda Tuhan yang ada dalam Kitab Suci. (TIM/RN)

Komentar