oleh

Tuhan, Biarkanlah Ia Tumbuh Setahun Lagi!

-Rohani-93 Dilihat

Hidup itu harus menghasilkan buah yang dapat dinikmati oleh orang lain. Demikian komentar Nancy Ireland Beck, dalam bukunya Out of This World. Komentarnya ini benar dalam hubungan dengan prinsip lain tentang hidup sebagai anugerah yang gratis dari Allah, dan setiap orang harus berusaha memberi makna kepadanya agar mampu memancarkan hal yang berarti bagi orang lain.

Percaya kepada Tuhan merupakan syarat iman Kristen. Setiap orang yang menyatakan dirinya sebagai pengikut Kristus, pertama-tama ia harus percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sikap percaya ini tidak hanya terucap melalui bibir semata, tetapi juga terealisasi dalam hidup melalui sikap dan tindakan sehari-hari. Artinya, bahwa nilai-nilai cinta kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dijalankan dan dijadikan sebagai pedoman dalam bertindak.

Tak dapat disangkal bahwa dewasa ini, terdapat banyak orang yang beragama katolik KTP. Artinya, bahwa ia mengaku dirinya sebagai penganut agama Katolik tetapi sikap dan tindakan hidupnya tidak mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, hidupnya mengalami ketidakseimbangan. Hal ini juga yang menimbulkan perilaku salah dan berujung pada dosa. Yakni merusak relasi dengan Tuhan sendiri. Dan pada akhirnya, ia sendiri menyangkal identitas pengikut Kristus yang ada pada dirinya sendiri.

Bacaan-Bacaan Suci pada hari ini menegaskan kepada kita untuk bertobat dan kembali pada jalan yang benar. Dalam bacaan pertama, kita melihat bahwa Musa diutus oleh Allah untuk membebaskan umat Israel dari situasi penderitaan. Allah dengan cinta yang begitu besar berusaha menyelamatkan umat yang senantiasa percaya pada-Nya. Ia mempunyai beribu macam cara untuk membebaskan manusia dari situasi penderitaan.

Hal ini berpuncak pada Pribadi Yesus Kristus. Dalam diri-Nya karya cinta Allah itu nyata dan hadir bersama manusia. Demikian ditandaskan Paulus dalam surat keduanya kepada jemaat di Korintus. “Mereka semua makan makanan rohani dan minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus”.

Dalam Bacaan injil, Yesus mengajarkan bahwa janganlah kita menginginkan dosa. Sebab pada akhirnya, yang kita peroleh hanyalah penderitaan dan kebinasaan. Tuhan telah memberi kesempatan bagi kita untuk bertumbuh dalam hidup. Namun, kita sering melupakan Tuhan. Segala keberhasilan dan kesuksesan yang diraih, dipandang semata-mata karena usaha dari diri kita sendiri. Hal ini mengindikasikan iman kita yang kerdil atau agama KTP belaka.

Maka dari itu, pesan dari bacaan injil hari ini hendaknya kita dengar dan laksanakan. Yakni bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Janganlah kita terus hidup dan terkungkung dalam situasi dosa. Tuhan masih tetap memberi kita kesempatan untuk berubah. Kembali kepada kasih dan bimbingan-Nya. “Tuhan, biarkanlah ia tumbuh setahun lagi”.

Kita ibarat pohon ara yang masih diberikan kesempatan untuk hidup setahun lagi. Mari, melalui masa prapaskah ini kita bertumbuh sekali lagi dalam nilai-nilai cinta kasih yang ditekankan oleh Tuhan. Janganlah kita mengingini dosa yang mengakibatkan penderitaan dan kebinasaan. Tetapi lakukanlah setiap perbuatan baik yang berlandaskan cinta kasih kepada siapapun, di manapun dan kapanpun. Sehingga kita tidak termasuk dalam golongan agama KTP belaka. Semoga. Amin.

Minggu, 20 Maret 2022
Hari Minggu Prapaskah III
Bacaan I : Kel. 3:1-8a.13-16
Bacaan II :1Kor. 10:1-6.10-12
Bacaan Injil : Luk. 13:1-9

 

Oleh: Frater  Alberto Gatur

Komentar