oleh

Jacob Jonathan Detaq, Tokoh Pemerintahan Tiga Zaman

-Sejarah-502 Dilihat

Dilahirkan di Rote, Roti pada tanggal 18 Agustus 1904.J.J Detaq mempunyai latar belakang pendidikan Holland Inlandsche School (HIS 7 tahun) tamat tahun 1916 dan melanjutkan pendidikan kepamongprajaan di Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Makassar tamat pada tanggal 24 April 1923 .

Karirnya dimulai pada bulan Juli 1923 sebagai Bestuurs-assistant di Wonreli pulau Kisar yang pada waktu itu masih masuk Karesidenan Timor en de Horigheden (Karesidenan Timor dan daerah taklukannya) pekerjaan ini ditekuninya sampai Oktober 1924. Dari Kisar dipindahkan sebagai Bestuurs-assistant di Kota Soe, Zuid-midden Timor/Timor Tengah Selatan.

Kedudukannya sebagai Bestuurs-assistant di Soe berakhir pada bulan September 1930, dan selanjutnya dipindahkan sebagai Bestuurs-assistant sampai bulan Maret 1943 di Belu.

Pada bulan Januari 1943 sampai Mei 1946 bertugas sebagai Bestuurs-assistant (Len Laku In) di Wolowaru, Ende dan bulan Mei 1946 sampai Januari 1949 diangkat sebagai Hoofd van Plaatselijk Bestuur/HPB, Kepala Pemerintahan Setempat di Larantuka Flores Timur.

Januari 1949 dipindahkan ke Ende sebagai Bestuur Schoofs (Kepala Pengadilan).

Dari Januari 1950 sampai Januari 1951 diangkat sebagai Hoofd van Plaatselijk Bestuur/Kepala Pemerintahan Setempat di Noord-midden Timor, Timor Tengah Utara yang berkedudukan di Kefamenanu.

Dari Kepala Pemerintahan Setempat di Kefamenanu pada bulan Januari 1951 sampai dengan 1959 menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Setempat / KPS di Kupang sekaligus mempersiapkan segala kelengkapan pendirian Kabupaten Kupang.

Pada bulan Januari 1959 sampai September 1960 menjabat sebagai Bupati diperbantukan pada Kepala Daerah Tingkat I NTT di Kupang.

J. Detaq memasuki masa purnabakti pada 1 September 1960. Selain sebagai tokoh pemerintahan, J. J. Detaq juga seorang Budayawan, ahli Sejarah dan penulis berbagai makalah tentang Suku Sabu, Rote dan sejarah pemerintahan.

Almarhum J. J. Detaq menghabiskan masa tuanya di rumah POD (Plaatselijk Openbare Dienst) yang dibangun sejak zaman Belanda yang beralamat di Jalan Sumatra Nomor 2 Fatubesi, rumah tersebut sekarang sudah tidak ada lagi seiring dengan beralihnya kepemilikan atas lahan berikut rumahnya.

 

Kolhua, 21 Juni 2022

Oleh: Tjokorda Pandji Kusamba diposting Matheos Viktor Messakh

Komentar