Sabar itu Subur

Sejak subuh bergegas, berpeluh hingga petang menjemput, lalu kembali dalam sejuta harap agar esok kembali lagi. Saban hari kisah berulang, untuk menyambung asa.

Di Mana Hatimu

Cerita ini pahit Cerita yang menumpahkan air mata Sulit untuk dilupakan Sepanjang hidup. Bagaimana bisa dipahami Dengan semua kejadian dunia Yang sudah

Menatap Senja

Sedari tadi aku kemari Dengan langkah kaki yang sama Juga pada jalan yang sama Tidak ada ragu sedikitpun untuk Mencobanya kembali Meski

Cinta Yang Tidak Terlihat

Suatu hari Cinta berencana untuk jalan jalan ke pantai. Saat perjalanan ia kecelakaan tapi untungnya selamat. Karena jalan ke pantai sudah dekat

Sesayat Luka

Sajakku tak ampuh Jika hanya deretan kata membelah raga Bahagiaku hanya semu Jika aku terus memberi-Mu sesayat luka Jika lidahku hanya laknat

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.