Litani Pedih di Akhir Tahun

Mendengarmu telah pergi, serasa kehilangan selembar tulisan. Bukan soal kecerdikanmu mengekspresikan dunia pariwisatamu dalam tulisan- tulisan renyah dibaca. Bukan pula

Serpihan Tanah Timor

Dikala senja berpamitan mesra dalam sinar kemilau Danau Kelimutu Bagai Menebar Pesona dalam tegaknya Patung Soekarno Hatta Bertamu dalam rembulan

Tarian Gadis Bayang

Fajar memanggil dalam kebisuan Menarik jiwa dari pelayaran khayal Menepi di bibir pantai Kemilau binary menggantung di antara dedaunan Raga

Petuah yang Hidup

Di luar sana dunia tampak cerah Tak ada badai Tak ada hujan Tak ada awan yang gelap Juga malam seolah-olah

Yang Terlupakan

Sejam sembah  sejak  jejak melekat  pada bibir pantai Kumpulkan kata sejak kemarin  pergi melawat duka Dan itupun  tak  sempat  dikabarkannya