oleh

Dinparekraf NTT Gelar Diklat Penulisan “Narasi 50 Destinasi  NTT”

-WisBud-407 views

RADARNTT, Kupang – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dinparekraf) Provinsi Nusa Tenggara (NTT), menyelenggarakan pedidikan dan pelatihan (Diklat) yang dilakukan virtual dengan tema “Narasi 50 Destinasi Nusa Tenggara Timur“, dari Kantor Dinparekraf NTT, Selasa, 3 Agustus 2021, demikian dilaporkan Staf Dinparekraf Provinsi NTT, Dhaly Thene.

Kepala Bidang Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinparekraf Provinsi NTT, Toby Messakh dalam kata pembukaannya menyampaikan, saat ini NTT memiliki 1305 Objek Wisata, yang tersebar di seluruh Nusa Tenggara Timur. Objek Wisata ini juga memiliki tema yang beragam, baik budaya, alam maupun buatan.

Menurut Toby Messakh, kondisi Pandemi Covid-19 saat ini diakui sangat berdampak pada pergerakan kegiatan kepariwisataan tanah air termasuk di Nusa Tenggara Timur.

“Dalam kaitan dengan upaya promosi Pariwisata NTT di tengah situasi pandemi saat ini, maka hal yang dilakukan adalah penyiapan destinasi, dengan upaya menguatkan identitas destinasi, baik melalui cerita lisan dengan mengandalkan pada pengalaman pengunjung, maupun melalui metode lainnya yang tentunya memberikan kontribusi bagi penguatan destinasi pariwisata NTT,” tegasnya.

Lebih lanjut dalam sambutannya Toby Messakh juga menyampaikan pentingnya pengembangan Storynomic Tourism sebagai cara baru penguatan destinasi melalui narasi yang juga dilakukan secara digital. Kekuatan narasi ini selain mampu menggambarkan destinasi dengan semua ceritanya secara utuh, juga sebagai bagian dari upaya menjaga keaslian cerita destinasi, terutama dalam aspek budaya.

Kegiatan ini menghadirkan Pemateri Utama yakni Ignatius Haryanto (Hary), pelaku jurnalistik, sekaligus akademisi yang menggeluti bidang jurnalistik.

Dalam penyajian materinya Hary menyampaikan, terkait kekuatan narasi dalam konteks jurnalistitik pariwisata untuk kepentingan pencitraan destinasi. “Terkait narasi destinasi pariwisata, perlu melakukan observasi terlebih dahulu, observasi ini bukan hanya sebatas soal destinasi, tetapi juga soal segmen wisatawan yang mana yang mau disampaikan pesan tersebut,” kata Hary.

Kegiatan Diklat yang dimoderasi oleh Marthen Enggu dan Daly Thene ini juga sebagai upaya konkret dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara mandiri melalui semua kompenen baik Pimpinan maupun staf dengan kompetensinya mampu melahirkan narasi Destinasi Pariwisata NTT.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinparekraf NTT, Jhony Lie Rohi Lodo, sebagai salah satu peserta pelatihan menyampaikan, sesungguhnya semua peserta memiliki kapasitas untuk menceritakan segala sesuatu, persoalannya pada bagaimana memulainya untuk menulis.

“Bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri untuk menulis. Kondisi NTT yang kaya atraksi, akan menjadi sajian yang nikmat bagi para narator pariwisata untuk menggarap sektor ini,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai unsur, diantaranya Pegawai Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Pelaku Usaha Pariwisata serta beberapa OPD Provinsi NTT, dengan jumlah peserta berjumlah 75 peserta.

Di akhir kegiatan ini, peserta diberikan kesempatan untuk melahirkan tulisan naratif terkait Destinasi Pariwisata. Sebagai cara mempromosikan destinasi pariwisata NTT yang beragam dan unik melalui narasi tertulis. “Yang lisan akan sirna, yang tulisan akan abadi (Verba volant, scripta manent).” (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan